UNIK, KORANPALPOS.COM - Bunga mawar yang kerap dijuluki sebagai “Ratu Bunga” telah lama menjadi simbol cinta, keindahan dan keanggunan.
Namun, di balik popularitasnya yang mendunia bunga mawar ternyata memiliki sejarah panjang yang sarat dengan nilai budaya, mitos dan simbolisme yang melekat sejak ribuan tahun silam.
Sejarawan mencatat bahwa bunga mawar sudah ada sejak lebih dari 35 juta tahun yang lalu berdasarkan fosil yang ditemukan.
Tumbuhan ini kemudian berkembang di berbagai belahan dunia, terutama di Asia, Eropa dan Timur Tengah.
BACA JUGA:Macam-Macam Jenis Keju : Dari Tradisional Hingga Modern yang Mendunia
BACA JUGA:Asal Usul Ayam Kalasan, Kuliner Ikonik dari Sleman yang Mendunia
Bukti tertulis mengenai budidaya mawar pertama kali ditemukan di Tiongkok sekitar 5.000 tahun lalu.
Dari sana, mawar menyebar ke kawasan Timur Tengah hingga akhirnya dikenal di Eropa melalui jalur perdagangan.
Dalam peradaban Yunani kuno, mawar dianggap sebagai bunga suci yang dikaitkan dengan dewi cinta, Aphrodite.
Legenda menyebutkan bahwa mawar merah pertama tercipta dari darah Adonis, kekasih sang dewi sehingga bunga ini menjadi lambang cinta sejati dan pengorbanan.
BACA JUGA:Asal Usul Opor Ayam, Hidangan Nusantara yang Jadi Simbol Kehangatan Lebaran
BACA JUGA:Mainan Unik Zaman Dulu : Nostalgia Seru Bersama Dakocan
Sementara itu, bangsa Romawi kuno menggunakan mawar dalam berbagai ritual mulai dari hiasan pesta, parfum hingga simbol status sosial.
Bahkan, kata “sub rosa” atau “di bawah mawar” lahir dari kebiasaan mereka menggantung mawar di langit-langit ruangan sebagai tanda bahwa segala pembicaraan bersifat rahasia.
Di Timur, terutama Persia (Iran modern) bunga mawar mendapat tempat istimewa dalam seni, sastra dan agama.
Penyair-penyair sufi kerap menjadikan mawar sebagai simbol keindahan ilahi dan kerinduan spiritual.
BACA JUGA:Meski Sudah Merdeka, Rakyat Indonesia Jangan Lupakan Beberapa Hal Ini!
BACA JUGA:Telur Pindang : Cita Rasa Unik Khas Palembang yang Sarat Makna Tradisi