Yuk Coba Resep Serabi Tradisional yang Lezat dan Lembut Camilan Legendaris Nusantara

Selasa 01 Jul 2025 - 07:00 WIB
Reporter : Yuli
Editor : Dahlia

Aktifkan ragi: Campur ragi dengan sedikit air hangat dan gula, biarkan selama 10 menit hingga berbuih.

Buat adonan: Campurkan tepung beras, tepung terigu, dan garam dalam wadah. Tuangkan ragi yang sudah aktif dan santan hangat sedikit demi sedikit sambil diaduk hingga adonan halus.

Diamkan selama 30–60 menit hingga mengembang.

Panaskan cetakan: Olesi wajan kecil atau cetakan dengan sedikit minyak, panaskan dengan api kecil.

Masak serabi: Tuang satu sendok sayur adonan ke dalam cetakan.

Tutup dan masak selama 5–7 menit hingga bagian atas matang dan bagian bawah sedikit kecokelatan.

Tidak perlu dibalik.

Kuah kinca: Rebus semua bahan kuah hingga mendidih dan gula larut. Sajikan kuah dalam keadaan hangat bersama serabi.

Untuk menghadirkan rasa kekinian, Anda bisa menambahkan topping seperti keju parut, meses cokelat, irisan pisang, atau bahkan es krim.

Taburkan topping setelah serabi matang dan tutup kembali selama 1 menit agar topping menyatu.

Beberapa kreasi modern bahkan menggunakan pewarna alami untuk adonan, seperti daun pandan, ubi ungu, atau matcha untuk memberi tampilan yang lebih menarik.

Inovasi ini menjadikan serabi lebih menarik bagi generasi muda tanpa menghilangkan nilai tradisionalnya.

Kepopuleran serabi juga membuka peluang bisnis kuliner yang menjanjikan.

Banyak pelaku UMKM yang sukses membuka usaha serabi kekinian dengan konsep kafe atau booth gerobak keliling.

Biaya produksi yang relatif rendah serta permintaan pasar yang tinggi menjadikan serabi sebagai produk yang mudah dijual, terutama di area strategis seperti sekolah, perkantoran, atau pusat perbelanjaan.

Menurut pengusaha kuliner di Jakarta, Sari Wulandari, serabi memiliki potensi pasar yang luas. "Banyak orang suka camilan tradisional, apalagi jika dikemas modern.

Kategori :