Honda Siapkan Transmisi Manual untuk EV : Era Baru Kenikmatan Berkendara !

Sabtu 12 Oct 2024 - 21:58 WIB
Reporter : Echi
Editor : Zen Kito

Salah satu yang menyuarakan pendapat berbeda adalah produsen mobil mewah, Porsche.

Lars Kern, seorang pengemudi penguji Porsche, menyatakan pada Agustus lalu bahwa perusahaan sempat mempertimbangkan teknologi simulasi perpindahan gigi untuk kendaraan listrik sporty mereka.

Namun, setelah dipertimbangkan secara matang, Porsche memutuskan untuk tidak mengimplementasikannya karena bertentangan dengan tujuan utama untuk memaksimalkan kecepatan dan performa pada kendaraan mereka.

Porsche, yang terkenal dengan dedikasi terhadap performa tinggi, melihat bahwa setiap interupsi dalam aliran daya selama perpindahan gigi bisa mengurangi kemampuan kendaraan untuk melaju secepat mungkin.

Oleh karena itu, mereka memilih untuk tetap mempertahankan teknologi yang lebih sederhana dan efisien untuk meningkatkan kecepatan.

Selain para produsen mobil besar, sejumlah perusahaan aftermarket juga mulai bereksperimen dengan transmisi manual untuk kendaraan listrik.

Mereka memasangkan transmisi manual asli dengan powertrain listrik, yang memungkinkan pengemudi merasakan perpindahan gigi secara fisik.

Salah satu contoh yang paling terkenal adalah dari Ford, yang pada tahun 2019 meluncurkan versi konsep dari Mustang listrik dengan transmisi manual.

Meskipun demikian, hingga saat ini belum ada produsen mobil besar yang secara resmi mengumumkan rencana untuk memproduksi kendaraan listrik dengan transmisi manual secara massal.

Pertanyaan besar yang tersisa adalah apakah transmisi manual akan benar-benar diperlukan di era kendaraan listrik.

Dengan efisiensi dan performa tinggi yang ditawarkan oleh powertrain listrik, transmisi manual tradisional mungkin tidak lagi relevan.

Namun, dari sudut pandang pengalaman berkendara, simulasi perpindahan gigi bisa menjadi tambahan yang menarik bagi penggemar mobil manual.

Dengan pengembangan teknologi simulasi seperti yang dilakukan Honda, Toyota, dan Hyundai, industri otomotif mungkin akan melihat lonjakan minat dari pengemudi yang merindukan sensasi manual dalam kendaraan listrik.

Terlepas dari kepraktisan atau efisiensinya, faktor emosi dan kesenangan berkendara tampaknya masih memegang peranan penting dalam keputusan banyak produsen untuk terus mengembangkan teknologi ini.

Dengan berbagai inovasi yang sedang dikembangkan oleh produsen otomotif besar, masa depan EV tidak hanya akan tentang efisiensi dan keberlanjutan, tetapi juga tentang bagaimana menciptakan pengalaman berkendara yang menyenangkan dan memuaskan bagi pengendara di seluruh dunia.

Kategori :