Dalam hitungan menit, puluhan mobil terbakar hebat. Api menjalar cepat, menimbulkan kepulan asap hitam pekat yang terlihat hingga radius beberapa kilometer.
Beberapa pegawai DPRD yang masih berada di dalam gedung berusaha menyelamatkan diri dengan cara melompat dari lantai dua hingga lantai empat.
“Gedung penuh asap, kami panik. Ada teman saya yang terpaksa melompat dari lantai tiga karena tangga sudah tidak bisa dilewati. Api ada di mana-mana,” ungkap Arif Rahman Hakim (28), salah satu pegawai DPRD yang mengalami luka sedang akibat terkena lemparan batu saat berusaha keluar.
BACA JUGA:Rapat DPR Tetap Digelar Meski Demo di Luar Ricuh
BACA JUGA:OTT KPK Menjerat Wamenaker Immanuel Ebenezer, Dugaan Pemerasan Sertifikasi K3
BPBD Makassar menyebut total korban dalam tragedi ini mencapai delapan orang.
Tiga orang meninggal dunia, dua luka berat, dan tiga lainnya luka sedang.
Korban meninggal diketahui seorang perempuan, staf DPRD Kota Makassar.
Dia ditemukan hangus terbakar di ruang kerja, jenazah telah dibawa ke RS Bhayangkara.
Lalu, seorang laki-laki, staf Kecamatan Ujung Tanah.
Meninggal dunia di rumah sakit akibat luka bakar parah.
Korban meninggal satu lagi yakni staf DPRD Makassar.
Ditemukan dalam kondisi terbakar di lokasi kejadian, dirujuk ke RS Bhayangkara.
Korban luka berat diketahui bernama Budi (30), pegawai DPRD, kini dalam kondisi koma di RS Wahidin, dan pegawai DPRD yang mengalami patah tulang parah setelah melompat dari lantai empat Kantor DPRD Sulsel.
Sementara korban luka sedang diketahui merupakan pegawai DPRD, mengalami cedera pinggul karena melompat dari lantai dua.
Lalu, Arif Rahman Hakim (28), pegawai DPRD, luka akibat lemparan batu dan Agus (32), pegawai DPRD, menderita cedera punggung dan kini dirawat intensif.