BPBD bersama tim gabungan dari TNI, Polri, Dinas Kesehatan Kota dan Provinsi, serta relawan SAR, langsung bergerak mengevakuasi para korban sejak dini hari.
Petugas berjibaku memadamkan api dan mengevakuasi jenazah serta korban luka di tengah situasi yang masih mencekam.
“Kami membantu evakuasi korban sejak semalam, dan sampai sekarang tim masih bertugas di lokasi. Dari TNI juga turut membantu pengamanan karena situasi sempat sangat tidak kondusif,” kata Tahar.
Mobil pemadam kebakaran baru bisa benar-benar menjinakkan api sekitar pukul 05.00 WITA.
Namun, sisa puing kendaraan dan bangkai mobil yang hangus masih memenuhi halaman kantor DPRD.
Tidak hanya Kantor DPRD Kota Makassar, massa juga menyerang Kantor DPRD Provinsi Sulawesi Selatan yang terletak tidak jauh dari lokasi.
Meski kerusakannya tidak sebesar di kantor DPRD kota, massa sempat membakar satu unit mobil dan satu motor di halaman kantor DPRD Provinsi.
Beruntung, api di kantor DPRD Provinsi cepat dipadamkan sehingga tidak menimbulkan korban jiwa tambahan.
Pasca-kerusuhan, aparat kepolisian bersama TNI memperketat penjagaan di sekitar kantor pemerintahan dan sejumlah titik rawan di Kota Makassar.
Jalan utama menuju Kantor DPRD ditutup sementara untuk kepentingan penyelidikan dan pembersihan puing-puing kebakaran.
Kapolda Sulawesi Selatan, dalam keterangannya, menyebut akan menindak tegas pelaku perusakan dan pembakaran.
Polisi saat ini tengah memeriksa rekaman CCTV serta mengumpulkan keterangan saksi untuk mengidentifikasi provokator di balik kerusuhan.
“Peristiwa ini adalah kejadian luar biasa yang menelan korban jiwa dan kerugian besar. Kami akan kejar dan proses hukum siapa pun yang terlibat,” tegas Kapolda.
Kerusuhan di jantung kota Makassar meninggalkan trauma mendalam, terutama bagi pegawai DPRD dan masyarakat sekitar.
Banyak warga mengaku masih takut keluar rumah karena khawatir kerusuhan berlanjut.
“Anak-anak menangis semalaman. Api besar sekali, kami kira rumah juga akan kena,” kata Nurhayati (37), warga sekitar lokasi kejadian.