GovTech Nasional Meluncur Oktober 2026
Ketua Komite Percepatan Transformasi Digital Pemerintah, Luhut Binsar Pandjaitan (tengah).-Foto: Antara-
JAKARTA - Pemerintah mempercepat langkah transformasi digital pemerintahan melalui pengembangan GovTech yang ditargetkan resmi diluncurkan secara nasional pada Oktober 2026.
Program ini diharapkan menjadi fondasi baru bagi pelayanan publik yang lebih terintegrasi, efisien, dan didukung teknologi kecerdasan buatan (AI).
Ketua Komite Percepatan Transformasi Digital Pemerintah, Luhut Binsar Pandjaitan, mengatakan Presiden Prabowo Subianto telah menetapkan transformasi digital sebagai salah satu agenda prioritas nasional.
BACA JUGA:Gaji PPPK Diminta Lewat APBN
BACA JUGA:Evaluasi SPPI Perkuat Kompetensi Manajerial
Saat ini, pemerintah tengah menjalankan proyek percontohan di puluhan daerah sebelum implementasi secara menyeluruh.
"Presiden akan meluncurkan secara nasional pada bulan Oktober," ujar Luhut setelah menghadiri Rapat Percepatan Digitalisasi Bantuan Sosial di Kantor Pusat Kementerian Dalam Negeri, Jakarta, Selasa.
Menurut Luhut, proyek percontohan GovTech kini berlangsung di 43 kabupaten dan kota. Pemerintah menargetkan seluruh hasil evaluasi dari daerah tersebut dapat diterima pada akhir Juli 2026 sebagai dasar penyempurnaan sistem sebelum peluncuran nasional.
BACA JUGA:Kritik Dihormati Persatuan Tetap Diutamakan
BACA JUGA:Dari Jembatan Gantung hingga LPJU, Beragam Aspirasi Mengemuka dalam Reses Anggota Fraksi Hanura OKI
Ia menjelaskan, transformasi digital yang tengah dibangun tidak hanya berfokus pada perubahan layanan pemerintahan menjadi berbasis elektronik.
Pemerintah juga mulai memanfaatkan teknologi AI untuk mempercepat pengolahan data, meningkatkan akurasi pelayanan, serta mendukung pengambilan keputusan yang lebih cepat dan tepat.
"Presiden telah memberikan arahan bahwa pemerintahan digital harus terus berkembang dengan dukungan teknologi AI agar pelayanan kepada masyarakat semakin efektif," kata Luhut.