GovTech Nasional Meluncur Oktober 2026
Ketua Komite Percepatan Transformasi Digital Pemerintah, Luhut Binsar Pandjaitan (tengah).-Foto: Antara-
BACA JUGA:Sultan Pimpin TP Sriwijaya, Perkuat Visi Pembangunan Daerah
Luhut menjelaskan, fokus utama pemerintah bukan membangun aplikasi baru secara terpisah, melainkan mengintegrasikan sekitar 27 ribu aplikasi yang selama ini digunakan oleh berbagai kementerian dan lembaga ke dalam satu ekosistem digital yang saling terhubung.
Dengan integrasi tersebut, masyarakat diharapkan dapat mengakses berbagai layanan pemerintah melalui sistem yang lebih sederhana, cepat, dan efisien tanpa harus berhadapan dengan banyak aplikasi berbeda.
Sementara itu, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian menyatakan pemerintah daerah memberikan dukungan penuh terhadap percepatan implementasi GovTech.
BACA JUGA:Marinir TNI Asah Tempur Internasional
BACA JUGA:Ekonomi Nasional Butuh Permainan Tim
Menurutnya, pengalaman uji coba di Banyuwangi memperlihatkan manfaat nyata, terutama dalam meningkatkan akurasi penyaluran bantuan sosial agar lebih tepat sasaran.
Pemerintah optimistis transformasi digital pemerintahan melalui GovTech akan menjadi tonggak penting dalam modernisasi birokrasi Indonesia.
Dengan dukungan AI, integrasi puluhan ribu aplikasi, serta penguatan keamanan siber, sistem tersebut diharapkan mampu menghadirkan pelayanan publik yang lebih transparan, efektif, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat. (ant)