Evaluasi SPPI Perkuat Kompetensi Manajerial
Kepala Staf Kepresidenan, Jenderal TNI (Purn.) Dudung Abdurachman ketika memberikan keterangan di Gedung Bina Graha, Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (25/6/2026).-Foto: Antara-
SUMEDANG - Pemerintah melakukan penyempurnaan terhadap program pelatihan Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) dengan mengarahkan materi pembelajaran pada penguatan kemampuan manajerial.
Langkah tersebut merupakan hasil evaluasi terhadap pelaksanaan program yang telah berlangsung dan ditujukan agar pelatihan lebih relevan dengan kebutuhan peserta serta tujuan utama pembentukan sumber daya manusia yang kompeten.
Kepala Staf Kepresidenan Jenderal TNI (Purn.) Dudung Abdurachman mengatakan hasil evaluasi menunjukkan perlunya penyesuaian materi agar peserta lebih banyak memperoleh pembekalan mengenai pengelolaan organisasi dan koperasi.
BACA JUGA:Kritik Dihormati Persatuan Tetap Diutamakan
BACA JUGA:Dari Jembatan Gantung hingga LPJU, Beragam Aspirasi Mengemuka dalam Reses Anggota Fraksi Hanura OKI
Menurutnya, aktivitas fisik yang sebelumnya menjadi bagian dari pelatihan kini dikurangi secara signifikan sehingga fokus pembelajaran beralih pada aspek manajemen.
"Evaluasi sudah berlangsung. Kegiatan fisik telah ditiadakan atau dikurangi semaksimal mungkin. Pelatihan kini lebih menitikberatkan pada manajemen perkoperasian karena para peserta dipersiapkan menjadi calon manajer," ujar Dudung saat melakukan kunjungan di Sumedang, Jawa Barat, Selasa.
Selain perubahan materi, pemerintah juga melakukan penyesuaian terhadap durasi pelatihan. Penyederhanaan waktu pembelajaran dilakukan sebagai bagian dari penyempurnaan kurikulum sehingga proses pendidikan dapat berlangsung lebih efektif tanpa mengurangi kualitas kompetensi yang harus dimiliki peserta.
BACA JUGA:Komisioner KI Pusat Resmi Disetujui DPR
BACA JUGA:Syarat Usia Kades Tetap 25 Tahun
Dudung menjelaskan bahwa peserta SPPI nantinya diproyeksikan menjadi tenaga profesional yang mampu mengelola koperasi maupun organisasi secara baik.
Oleh karena itu, pembekalan lebih difokuskan pada teori dan praktik manajemen, termasuk kemampuan kepemimpinan, tata kelola organisasi, serta pengelolaan usaha yang berkelanjutan.
Ia menyebut informasi yang diterimanya menunjukkan bahwa durasi pelatihan akan dipersingkat, sementara materi inti akan disusun lebih padat dan aplikatif.
BACA JUGA:Kemhan Ubah Latsarmil SPPI Jadi Pembekalan Bela Negara Pascaevaluasi