Jakarta Pulih, Warga Padati CFD Sudirman

Sejumlah warga beraktivitas saat pemberlakuan Car Free Day di Jalan Sudirman, Jakarta, Minggu (31/8/2025).-Foto: Antara-
JAKARTA - Situasi di berbagai wilayah Ibu Kota Jakarta mulai berangsur normal pada Minggu pagi (31/8). Hal ini terlihat dari ramainya masyarakat yang kembali memadati kawasan Jalan Jenderal Sudirman untuk mengikuti kegiatan Hari Bebas Kendaraan Bermotor atau Car Free Day (CFD).
Meski sehari sebelumnya, tepatnya Sabtu (30/8) malam, sejumlah titik di Jakarta sempat memanas akibat aksi unjuk rasa yang berujung kericuhan, antusiasme warga untuk berolahraga di ruang publik tetap tinggi.
Warga tampak melakukan berbagai aktivitas khas CFD seperti berjalan santai, berlari, hingga bersepeda di sepanjang jalur Sudirman–Thamrin.
BACA JUGA:PDI Perjuangan Minta DPR Hentikan Tunjangan Rumah
BACA JUGA:Sahroni dan Nafa Urbach Resmi Dinonaktifkan dari DPR
Tak sedikit pula yang memanfaatkan momen tersebut untuk bersantai bersama keluarga atau menikmati sarapan pagi di pedagang kaki lima yang berjejer di sekitar kawasan Semanggi.
Namun, kondisi lalu lintas di beberapa titik ibu kota belum sepenuhnya normal. Jalan Gatot Subroto, khususnya di depan kompleks parlemen Senayan, masih ditutup menyusul kerusuhan yang terjadi sehari sebelumnya.
Jalan Tol Dalam Kota pun belum kembali dibuka. Petugas kebersihan sejak pagi terlihat bekerja ekstra untuk membersihkan material sisa aksi unjuk rasa, mulai dari sampah, batu, hingga kayu yang berserakan.
BACA JUGA: Temui Orang Tua Affan, Presiden Prabowo Komitmen Tegakkan Keadilan
BACA JUGA:Nasdem Rotasi Ahmad Sahroni ke Komisi I, Rusdi Masse Resmi Jabat Wakil Ketua Komisi III DPR RI
Sementara itu, aparat TNI dan kepolisian masih berjaga ketat di area pintu gerbang utama DPR/MPR guna mengantisipasi potensi gangguan keamanan.
Seperti diketahui, rangkaian unjuk rasa besar yang berlangsung sejak Jumat hingga Sabtu malam menyisakan kerusakan di sejumlah kawasan, termasuk Senayan, Semanggi, Kwitang, Senen, hingga Tanjung Priok.
Bahkan, beberapa rumah anggota DPR RI turut menjadi sasaran penjarahan, di antaranya milik Ahmad Sahroni, Eko Patrio, dan Uya Kuya.
BACA JUGA:Kritik DPR Penting, Tapi Jangan Jadi Ajang Kebencian