Empati Prabowo Atas Tragedi Affan

Situasi kerumunan pendemo ricuh di Jakarta-Foto : ANTARA-

BACA JUGA:Cegah Hoaks dan Radikalisme, Polda Sumsel Gandeng Diskominfo Jadi Pengawas Konten Digital

"Di saat itu, jalanan itu sudah banyak batu, terus pecahan apa itu yang kena, terus saya hantem aja, karena kalau nggak saya terobos itu, selesai pak sudah, massa penuh," kata Bripka R dalam keterangannya di Divisi Propam Mabes Polri yang disiarkan secara langsung via medsos.

Di balik kaca gelap itu, ia tidak menyadari ada satu nyawa yang terenggut, yakni Affan Kurniawan, seorang pengemudi ojek online yang malang.

Tubuhnya yang dibalut jaket hijau khas pengemudi ojek online berlogo Gojek dan tulisan GoPay di bagian depan dilindas roda kendaraan taktis baja Barakuda milik Polri.

Dari keterangan anggota Brimob yang mengemudikan kendaraan taktis itu, kita juga bisa menjelaskan bahwa kata "sadis" karena ada kesengajaan untuk melindas rakyat, agaknya kurang sepenuhnya tepat .

Meskipun demikian, bagaimana peristiwa yang sebenarnya terjadi, nantinya dapat dibuktikan di meja pengadilan.

Peristiwa itu sontak menjadi sorotan publik, tidak hanya di media sosial di dalam negeri, tapi meluas hingga ke luar negeri, bahkan diberitakan oleh sejumlah media arus utama.

Kejadian itu tidak hanya membawa korban dari kubu demonstran, aparat pun terkena imbasnya.

Sedikitnya 10 anggota kepolisian dilaporkan mengalami luka-luka, satu di antaranya dalam kondisi kritis, seusai kekacauan yang terjadi.

Mantan Menteri Koordinator Politik, Hukum dan Hak Asasi Manusia (Menkpolhukam) Mahfud MD, menyerukan masyarakat agar melihat jernih persoalan ini.

Peristiwa ini menjadi pelajaran bagi aparat pemerintah untuk berbenah, termasuk bagi masyarakat untuk menahan diri.

Menghadapi situasi yang tidak terkendali, semua pihak, baik para pengunjuk rasa maupun aparat kepolisian, harus mampu mengendalikan diri, sehingga tidak saling membahayakan.

Situasi yang membuat panik dapat memicu kekacauan, sehingga memerlukan kejernihan berpikir, sekaligus bertindak.

Pernyataan Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menanggapi peristiwa tragis ini, menyiratkan sejumlah pesan penting yang tidak sekadar bersifat responsif atas suatu insiden, melainkan juga memberi arah kebijakan untuk menjaga keamanan, keadilan, dan ketertiban sosial berjalan secara imbang.

Ucapan belasungkawa yang disampaikan oleh presiden lewat keterangan virtual, hingga lawatannya ke rumah duka di Jalan Blora, Jakarta Pusat, pada Jumat (30/8) malam, mengungkap sisi empati personal seorang kepala negara.

Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan