Kerupuk Nasi Camilan Tradisional yang Tetap Eksis di Tengah Gempuran Makanan Modern

Tetap eksis di era modern berkat rasa gurih dan inovasi kekinian-foto:Istimewa-

BACA JUGA:Rujak Mangga Muda, Sensasi Asam Manis yang Selalu Bikin Ketagihan

Kebiasaan ini berkembang menjadi tradisi turun-temurun.

Kini, kerupuk nasi bahkan menjadi produk oleh-oleh khas di beberapa daerah, seperti di Jawa Tengah, Jawa Barat, dan sebagian wilayah Sumatera.

Pembuatan kerupuk nasi cukup sederhana, namun tetap membutuhkan keterampilan. Pertama, nasi sisa dikumpulkan, kemudian dicetak sesuai ukuran tertentu, bisa berbentuk bulat pipih atau persegi panjang.

Setelah itu, nasi dijemur di bawah sinar matahari selama 2–3 hari hingga benar-benar kering.

Setelah kering, kerupuk nasi bisa disimpan dalam waktu lama. Saat ingin dikonsumsi, kerupuk tinggal digoreng dengan minyak panas.

Proses penggorengan membuat kerupuk mengembang, renyah, dan bertekstur ringan.

Beberapa produsen menambahkan bumbu seperti garam, bawang putih, atau penyedap rasa untuk menambah cita rasa.

Ada pula inovasi dengan menambahkan pewarna alami agar lebih menarik, seperti hijau dari daun suji atau merah dari cabai.

Kerupuk nasi bukan sekadar camilan, tetapi juga menjadi sumber penghasilan bagi masyarakat.

Di sejumlah daerah, banyak UMKM (Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah) yang memproduksi kerupuk nasi dalam skala rumahan.

Harga kerupuk nasi mentah cukup terjangkau, mulai dari Rp10.000 hingga Rp20.000 per kilogram.

Sementara dalam bentuk kemasan siap santap, harganya bisa mencapai Rp5.000–Rp10.000 per bungkus kecil.

Dengan modal yang rendah, usaha kerupuk nasi mampu memberikan keuntungan yang cukup besar, terutama jika dipasarkan melalui toko oleh-oleh atau penjualan online.

Selain itu, permintaan kerupuk nasi meningkat pada musim liburan dan Lebaran.

Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan