Kerupuk Nasi Camilan Tradisional yang Tetap Eksis di Tengah Gempuran Makanan Modern

Tetap eksis di era modern berkat rasa gurih dan inovasi kekinian-foto:Istimewa-

Banyak masyarakat yang menjadikannya sebagai pelengkap hidangan saat berkumpul bersama keluarga.

Meskipun berbahan dasar sederhana, kerupuk nasi tetap mengandung energi dari karbohidrat

. Satu porsi kecil kerupuk nasi (sekitar 20 gram) bisa memberikan energi tambahan sekitar 100 kalori.

Namun, karena proses penggorengan menggunakan minyak, konsumsinya sebaiknya dibatasi agar tidak berlebihan.

Bagi masyarakat pedesaan, kerupuk nasi dianggap sebagai makanan anti-boros karena mampu mengolah sisa nasi menjadi camilan yang enak dan bergizi.

Di era modern, keberadaan camilan tradisional seperti kerupuk nasi menghadapi tantangan besar. Persaingan dengan snack instan, keripik modern, dan camilan impor membuat produsen kerupuk nasi harus melakukan inovasi.

Beberapa inovasi yang dilakukan antara lain:

Pengemasan modern dengan plastik kedap udara agar tahan lama.

Varian rasa baru seperti balado, keju, atau barbeque untuk menarik minat generasi muda.

Pemasaran digital melalui marketplace dan media sosial, sehingga jangkauan pasar lebih luas.

Selain itu, sejumlah komunitas kuliner juga mulai mengangkat kembali kerupuk nasi sebagai bagian dari gerakan melestarikan makanan tradisional Indonesia.

Bagi sebagian besar masyarakat, kerupuk nasi bukan sekadar makanan ringan, tetapi juga menyimpan nilai nostalgia.

Banyak orang mengingat masa kecilnya ketika makan kerupuk nasi buatan nenek atau orang tua di desa.

“Kalau makan kerupuk nasi rasanya seperti balik ke masa kecil. Dulu setiap pulang sekolah, saya suka nyemil kerupuk nasi buatan ibu.

Rasanya sederhana tapi bikin kangen,” ujar Rina (34), warga asal Jawa Tengah.

Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan