Usai Lintasi Banjir, Pancing Rem Mobil Agar Bisa Prima Kembali : Ikuti Langkah-langkah Berikut !

Pengendara mobil dan delman melintasi genangan air di Jalan Boulevard Barat Raya, Kelapa Gading, Jakarta Utara-FOTO : ANTARA-
2. Gunakan Gigi Rendah (Low Gear)
Pengendara disarankan untuk memindahkan tuas transmisi ke gigi rendah, terutama pada kendaraan bertransmisi manual.
Sementara itu, untuk mobil dengan transmisi otomatis, bisa menggunakan mode L (Low) atau mode manual dengan gigi pertama agar tenaga mesin tetap stabil.
3. Jangan Terlalu Kencang atau Terlalu Pelan
Kecepatan kendaraan saat melintasi banjir harus dijaga agar tidak terlalu cepat maupun terlalu lambat.
Kecepatan yang terlalu tinggi dapat menyebabkan cipratan air masuk ke dalam mesin melalui celah-celah yang ada, sedangkan jika terlalu lambat, kendaraan bisa kehilangan momentum dan lebih berisiko mogok di tengah banjir.
4. Jaga Jarak dengan Kendaraan Lain
Menjaga jarak yang aman dengan kendaraan di depan sangat penting.
Hal ini untuk menghindari kemungkinan berhenti di tengah genangan air yang bisa berakibat buruk pada kendaraan.
Selain itu, menjaga jarak juga memungkinkan pengemudi untuk bereaksi lebih cepat jika kendaraan di depan mengalami kendala.
5. Hindari Melawan Arus Air
Jika memungkinkan, sebaiknya hindari berkendara melawan arus air yang deras karena dapat meningkatkan risiko kehilangan kendali atas kendaraan.
Jika arus terlalu kuat, lebih baik mencari jalur alternatif atau menunggu hingga air surut.
Melintasi banjir yang terlalu tinggi dapat memberikan berbagai dampak buruk terhadap kendaraan, di antaranya:
1. Kerusakan pada Mesin (Water Hammer)