Usai Lintasi Banjir, Pancing Rem Mobil Agar Bisa Prima Kembali : Ikuti Langkah-langkah Berikut !

Pengendara mobil dan delman melintasi genangan air di Jalan Boulevard Barat Raya, Kelapa Gading, Jakarta Utara-FOTO : ANTARA-
BACA JUGA:10 Mobil Listrik Terlaris di China 2024 : BYD, Tesla, dan Wuling Bersaing Ketat
Hal ini penting untuk memastikan bahwa kendaraan tetap memiliki pengereman yang optimal setelah melalui jalur yang basah atau banjir.
Selain sistem pengereman, Hermas juga mengingatkan pengendara untuk memeriksa indikator-indikator pada dashboard kendaraan setelah melintasi banjir.
Hal ini dilakukan untuk memastikan tidak ada sistem kendaraan yang mengalami gangguan akibat air yang masuk ke dalam komponen kelistrikan.
BACA JUGA:Evolusi Mitsubishi Triton : Perjalanan 18 Tahun Menjadi Raja Double Cabin di Indonesia
BACA JUGA:Debut Suzuki Jimny Sierra Hybrid 2025 : Perpaduan Off-Road Legendaris dan Efisiensi Modern
“Pastikan juga apakah indikator kendaraan itu ada yang menyala atau tidak. Karena, takutnya ada soket engine yang terkena genangan air, sehingga mengganggu aliran listrik,” ujar Hermas.
Indikator mesin yang menyala setelah melewati genangan air bisa menjadi tanda adanya masalah pada sistem kelistrikan atau sensor kendaraan.
Jika lampu indikator seperti check engine, ABS (Anti-lock Braking System), atau indikator aki menyala, sebaiknya segera hentikan kendaraan dan periksa apakah ada gangguan pada bagian kelistrikan atau konektor kabel yang terkena air.
Menurut Hermas, mengemudi di tengah genangan air bukanlah hal yang bisa dilakukan sembarangan.
Pengendara harus memiliki teknik dan keterampilan khusus agar kendaraan tetap prima setelah melintasinya.
Berikut adalah beberapa teknik yang perlu diperhatikan saat menghadapi genangan atau banjir di jalan:
1. Menjaga RPM Stabil
Ketika melintasi genangan air, penting untuk menjaga putaran mesin atau RPM di angka yang stabil, yaitu sekitar 1.500 sampai 2.000 RPM.
Ini bertujuan agar mesin tetap memiliki tenaga yang cukup untuk melewati genangan air tanpa mengalami mogok mendadak.