“Pertanyaannya, apakah semua hak itu sudah benar-benar terpenuhi bagi rakyat? Jawabannya, belum,” tegas politisi PDI Perjuangan itu.
Meski begitu, Rieke mengajak semua pihak, terutama generasi muda, agar tidak lelah memperjuangkan HAM.
Baginya, perjuangan hak asasi erat kaitannya dengan keputusan politik yang menyangkut hajat hidup orang banyak.
BACA JUGA:Parpol Nonparlemen Bentuk Sekretariat Bersama Dukung Penghapusan Parlementary Threshold
BACA JUGA:Menko PM Yakin Reforma Agraria Jadi Prioritas Presiden Prabowo
Lebih lanjut, ia menekankan bahwa berpolitik tidak selalu berarti menjadi bagian dari lembaga eksekutif, legislatif, maupun yudikatif.
Menurutnya, menyuarakan aspirasi, berdiskusi, dan mengambil peran dalam masyarakat juga merupakan wujud nyata dari praktik politik.
“Politik itu bukan sekadar jabatan. Politik adalah cara untuk mengabdikan diri bagi kepentingan orang banyak. Jadi ketika kalian menyuarakan hak-hak rakyat, sesungguhnya kalian sedang berpolitik,” jelas Rieke.
BACA JUGA:Pertahanan Laut, TNI AL Tingkatkan Hubungan dengan Rusia
BACA JUGA:Komisi VIII Desak Menteri Haji Lengkapi Struktur Baru
Ia berharap momentum Festival HAM menjadi ruang bersama untuk memperkuat komitmen bangsa dalam memperjuangkan keadilan sosial, kesetaraan, dan penghormatan terhadap martabat kemanusiaan. (ant)