KORANPALPOS.COM - Deteksi dini gangguan darah menjadi langkah penting yang perlu dilakukan masyarakat untuk mencegah penyakit serius seperti thalasemia.
Dokter Spesialis Hematologi Onkologi Rumah Sakit Abdul Muthalib menegaskan bahwa penurunan kadar hemoglobin (Hb) dalam darah harus segera dicari penyebabnya karena bisa berkaitan dengan gangguan kesehatan yang lebih kompleks.
“Begitu Hb rendah, itu cari sebabnya. Sebagian besar memang defisiensi zat besi. Tetapi harus waspada juga kalau pada pemeriksaan ternyata tidak ada defisiensi zat besi,” ujar Abdul Muthalib saat ditemui di Jakarta, Kamis.
Defisiensi zat besi menjadi penyebab utama anemia, terutama pada wanita.
BACA JUGA:Obati Sakit Tenggorokan, Hepatitis dan Rematik dengan Bunga Pukul Sembilan
BACA JUGA:Atasi Insomnia dan Stres dengan Daun Tapak Dara
Kondisi ini seringkali disebabkan oleh volume darah haid yang meningkat.
Namun, Abdul Muthalib menekankan bahwa penyebab lain juga harus diwaspadai, seperti penggunaan alat kontrasepsi dalam rahim (IUD) atau adanya kelainan darah bawaan seperti thalasemia.
Thalasemia adalah kelainan darah bawaan yang ditandai dengan rendahnya kadar hemoglobin dan jumlah sel darah merah dalam tubuh.
Penyakit ini memiliki dua jenis utama, yaitu thalasemia minor dan thalasemia mayor.
BACA JUGA:Obati Eksim dan Penyakit Kulit Lainnya dengan Daun Intaran
BACA JUGA:Ibu Menyusui Dapat Berpuasa Asalkan Kondisi Sehat dan Cairan Terpenuhi
Thalasemia minor biasanya hanya membuat penderitanya menjadi pembawa sifat tanpa menunjukkan gejala yang signifikan.
Namun, thalasemia mayor dapat menyebabkan gangguan kesehatan serius sejak usia enam bulan.
“Kalau thalasemia mayor itu, tidak mungkin bisa bertahan sampai lebih dari 20 tahun karena bergantung sekali dengan transfusi darah,” jelas Abdul Muthalib.