KESEHATAN, KORANPALPOS.COM - Daun tapak dara (Catharanthus roseus) adalah tanaman yang sering dijumpai di pekarangan rumah sebagai tanaman hias, tetapi siapa sangka, tanaman ini juga memiliki manfaat luar biasa bagi kesehatan.
Dalam pengobatan tradisional, daun tapak dara telah digunakan untuk mengatasi berbagai penyakit, mulai dari diabetes hingga tekanan darah tinggi.
Dalam dunia medis modern, kandungan alkaloidnya seperti vinblastin dan vincristine terbukti memiliki potensi besar dalam pengobatan kanker.
Tapak dara adalah tanaman berbunga yang berasal dari Madagaskar, tetapi kini telah tersebar luas di berbagai negara tropis, termasuk Indonesia.
BACA JUGA:Obati Eksim dan Penyakit Kulit Lainnya dengan Daun Intaran
BACA JUGA:Obati Borok, Luka Perih, dan Luka Bakar dengan Kedondong
Tanaman ini terkenal dengan bunganya yang indah dan berwarna-warni, seperti putih, merah muda, dan ungu.
Karena keindahannya, tapak dara sering digunakan sebagai tanaman hias di taman dan pekarangan rumah.
Namun, lebih dari sekadar tanaman hias, tapak dara mengandung lebih dari 70 jenis alkaloid yang memiliki manfaat medis.
Beberapa di antaranya adalah vinblastin dan vincristine, yang dikenal karena sifat antikankernya.
BACA JUGA:Tingkatkan Kekuatan Otak dan Memori dengan Minyak Ikan
BACA JUGA:Ibu Menyusui Dapat Berpuasa Asalkan Kondisi Sehat dan Cairan Terpenuhi
Selain itu, tanaman ini juga kaya akan flavonoid, saponin, dan tanin yang memiliki sifat antioksidan dan antiinflamasi.
Sejarah dan Tradisi Penggunaan Tapak Dara dalam Pengobatan
• India: Tapak dara digunakan dalam pengobatan Ayurveda untuk mengatasi tekanan darah tinggi dan gangguan metabolisme.