Disdik OKU dan LKP Tingkatkan Kemitraan Perkuat Pendidikan Non-formal
Kepala Dinas Pendidikan OKU Kadarisman memimpin rapat pembinaan kelembagaan dan manajemen pendidikan non-formal.-foto:Eko Palpos-
KORANPALPOS.COM - Dinas Pendidikan Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) mempererat kemitraan dengan Ikatan Lembaga Kursus (ILK) wilayah setempat guna memperkuat dan meningkatkan kualitas pendidikan non-formal.
"Kami merasa terbantu dengan keberadaan ILK dalam membantu memperkuat pendidikan non-formal di Kabupaten OKU," kata Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) OKU, Kadarisman saat mengukuhkan pengurus ILK se-Kabupaten OKU periode 2025-2030 di Baturaja, Rabu (24/12).
Dia mengatakan, pengukuhan tersebut menandai penguatan lembaga kursus sebagai mitra strategis pemerintah daerah dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui jalur pendidikan non-formal.
BACA JUGA:Teddy Ajak Warga OKU Tidak Bereforia dalam Perayaan Pergantian Tahun
BACA JUGA:Pemkab OKU Tekan Lonjakan Harga Sembako Jelang Nataru
Menurutnya, ILK berperan penting dalam mempersiapkan lulusan yang berkompeten dan berdaya saing sesuai dengan kebutuhan dunia kerja yang fleksibel dan mudah diakses oleh masyarakat.
Kadarisman juga menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk terus mendukung pendidikan non-formal yang tidak hanya dari sisi pendanaan, tetapi juga pembinaan dan pengawasan.
Namun demikian, ia mengingatkan agar lembaga kursus menjaga marwah dan profesionalisme, serta tidak menyalahgunakan lembaga hanya sebagai sarana mendapatkan bantuan.
BACA JUGA: Operasi Lilin Musi 2025, Stamaops Mabes Polri Pastikan Kesiapan Pengamanan Nataru di Prabumulih
BACA JUGA:Cetak Rekor! Pertamina EP Zona 4 Bor Sumur CwD Terdalam di Indonesia Tembus 769 Meter di Bawah Tanah
“Jangan sampai lembaga kursus hanya menjadi tameng untuk mengajukan proposal saja. Setelah dana cair, kegiatan tidak berjalan. Jika ada yang seperti itu, laporkan kepada kami agar bisa dilakukan pembinaan,” tegasnya.
Sementara, Ketua ILK OKU Iswandi Akhmad menegaskan komitmennya untuk memperkuat sinergi antar lembaga kursus serta menghadirkan program pelatihan yang relevan sesuai dengan kebutuhan masyarakat.
"Kami akan fokus pada peningkatan kapasitas tenaga pengajar, penyediaan fasilitas yang memadai, serta memastikan lembaga kursus mematuhi standar pendidikan yang berlaku," ujarnya.