Cetak Rekor! Pertamina EP Zona 4 Bor Sumur CwD Terdalam di Indonesia Tembus 769 Meter di Bawah Tanah
Pertamina EP Zona 4 berhasil melakukan pengeboran hingga kedalaman 769,38 meter di wilayah kerja PEP Adera Field-foto:dokumen palpos-
KORANPALPOS.COM - PT Pertamina EP (PEP) Zona 4 kembali menorehkan prestasi membanggakan di sektor hulu minyak dan gas bumi (migas) nasional.
Melalui Tim Drilling and Well Intervention (DWI), PEP Zona 4 berhasil mencetak rekor pengeboran onshore terdalam di Indonesia menggunakan teknik Casing While Drilling (CwD) dengan kedalaman mencapai 769,38 meter.
Keberhasilan tersebut diungkapkan langsung oleh General Manager PEP Zona 4, Djudjuwanto, yang menyebutkan bahwa rekor ini sekaligus memecahkan capaian sebelumnya yang dipegang oleh PT Pertamina Hulu Sanga Sanga (PHSS).
BACA JUGA:OKI Terpilih Jalankan Sekolah Rakyat, Kesiapan Pemda Jadi Kunci
BACA JUGA:Kesehatan Memburuk, H Alim Kembali Dirawat, Jaksa Terbitkan Status Cegah
Sebelumnya, rekor pengeboran terdalam dengan metode CwD dicatat PHSS di wilayah kerja Semberah dengan kedalaman 766 meter.
“Dengan capaian 769,38 meter ini, PEP Zona 4 resmi mencatatkan pengeboran CwD terdalam di Indonesia. Ini bukan hanya soal angka, tetapi tentang kemampuan teknologi, kompetensi sumber daya manusia, dan komitmen terhadap efisiensi serta keselamatan kerja,” ujar Djudjuwanto.
Casing While Drilling (CwD) merupakan metode pengeboran modern yang memungkinkan proses pengeboran dan pemasangan pipa pelindung (casing) dilakukan secara bersamaan.
BACA JUGA:Terima SK Pengangkatan, 4.157 PPPK Paruh Waktu OKU Timur Resmi Jadi ASN
BACA JUGA:47 Peserta Lelang Jabatan PTP Prabumulih Ikuti Wawancara dan Penulisan Makalah di Fave Hotel
Metode ini menggantikan cara konvensional yang selama ini memisahkan dua tahapan tersebut.
Dengan CwD, pipa casing sekaligus berfungsi sebagai rangkaian bor, sehingga lubang sumur langsung terlindungi sejak proses pengeboran berlangsung.
Menurut Djudjuwanto, penerapan teknologi CwD memberikan berbagai keunggulan strategis, baik dari sisi teknis, efisiensi waktu, hingga aspek keselamatan dan lingkungan.
BACA JUGA:8 Tahun Jirak Jaya, Bupati Muba Soroti Infrastruktur dan Akses Perbankan