Wamendagri Bima Arya Dorong Percepatan Realisasi Belanja Daerah Jelang Akhir 2025
Bima Arya, Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri)-Foto : ANTARA-
KORANPALPOS.COM - Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Bima Arya menyatakan pihaknya terus mengawal percepatan realisasi belanja daerah dan Transfer Kas Daerah (TKD) di tengah masih rendahnya serapan anggaran hingga menjelang penghujung tahun 2025.
Saat akan menghadap Presiden Prabowo Subianto, di kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (27/11/2025), Bima mengatakan laporan terkait TKD akan disampaikan kepada Presiden apabila diminta.
“Nanti kami sampaikan apabila Pak Presiden meminta laporan,” ujar Bima Arya kepada awak media.
BACA JUGA:DPR Minta Status Bencana Nasional
BACA JUGA:Iran Undang Prabowo ke Teheran
Menurutnya, hingga saat ini realisasi belanja daerah masih tertahan di level belum mencapai 70 persen, sehingga pemerintah pusat kembali mendorong percepatan.
“Kami terus genjot untuk meningkatkan realisasi belanja. Ini gapnya masih agak tinggi, belum sampai 70 persen. Pak Menteri pun sekarang khusus berada di Indonesia timur untuk mendorong percepatan belanja,” katanya.
Bima Arya mengatakan bahwa Kemendagri akan melaporkan perkembangan terbaru serta terus mendesak pemerintah daerah agar memaksimalkan penyerapan anggaran jelang akhir tahun.
BACA JUGA:Gibran Minta 'Lapor Mas Wapres' Dioptimalkan
BACA JUGA:Komisi Reformasi Polri Buka Kritik untuk Lindungi Minoritas
“Kami akan dorong agar daerah-daerah betul-betul memaksimalkan belanja di akhir tahun,” katanya.
Terkait simpanan dana daerah di bank, Bima Arya menyebut persoalan tersebut kini telah jelas dan terdata.
Ia menjelaskan bahwa sebagian dana mengendap karena mekanisme cash management, termasuk Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran (SILPA) yang muncul akibat selisih antara pagu dan nilai proyek, serta keterlambatan pelaksanaan kegiatan.