Iran Undang Prabowo ke Teheran
Direktur Asia Selatan dan Tengah Kemlu RI Ricky Eka Virgana Ichsan (kanan) dan Duta Besar Iran untuk Indonesia Mohammad Boroujerdi-Foto: Antara-
JAKARTA – Duta Besar Iran untuk Indonesia, Mohammad Boroujerdi, mengonfirmasi bahwa pemerintah Iran telah mengundang Presiden RI Prabowo Subianto untuk melakukan kunjungan resmi ke Teheran.
Undangan tersebut, kata Boroujerdi, telah diterima dengan antusias oleh Presiden Prabowo dan kini tengah dipersiapkan oleh kedua negara.
“Kami sudah menyampaikan undangan resmi, dan Presiden Prabowo dengan senang hati menerimanya. Saat ini, kunjungan tersebut sedang disiapkan untuk diwujudkan dalam waktu dekat,” ujar Dubes Boroujerdi pada Rabu malam di Jakarta.
BACA JUGA:Prabowo Sambut Ratu Maxima
BACA JUGA:Gibran Minta 'Lapor Mas Wapres' Dioptimalkan
Pernyataan tersebut disampaikan di sela pembukaan pameran arsip peringatan 75 tahun hubungan diplomatik Indonesia–Iran. Boroujerdi menambahkan bahwa Iran menantikan kunjungan kenegaraan pertama Prabowo sejak menjabat sebagai Presiden RI.
Ia mengingatkan bahwa Presiden Iran sebelumnya, almarhum Ebrahim Raisi, telah mengunjungi Indonesia pada tahun 2022.
“Kami siap menyambut Presiden Prabowo kapan pun beliau berkenan. Hubungan kedua negara selalu berjalan hangat, dan kunjungan ini akan memperdalam kerja sama bilateral,” katanya.
BACA JUGA:Wakil Ketua MPR Minta Parpol Amalkan Empat Pilar untuk Perkuat Demokrasi Indonesia
BACA JUGA:Komisi Reformasi Polri Buka Kritik untuk Lindungi Minoritas
Selain membahas agenda kunjungan, Dubes Boroujerdi turut menyinggung sikap Iran terkait konflik berkepanjangan di Gaza. Ia menegaskan bahwa Iran tidak berencana mengirimkan pasukan perdamaian ke wilayah tersebut.
Menurutnya, setiap upaya perdamaian harus diawali dengan pemulihan hak-hak dasar rakyat Palestina.
“Iran sangat menghargai upaya komunitas internasional dalam menghentikan pertumpahan darah. Namun bagi kami, perdamaian sejati hanya dapat tercapai jika rakyat Palestina diberi kebebasan menentukan masa depan dan pemerintahan mereka sendiri, serta mengakhiri pendudukan,” tegasnya.