DPR Ajak Mahasiswa Papua Suarakan Aspirasi Lewat Digital

Anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI, Yan Mandenas (Kiri) didampingi Wali Kota Jayapura, Abisai Rollo (Tengah) menyampaikan keterangan di Jayapura, Senin (3/11/2025).-Foto: Antara-

JAYAPURA – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI, Yan Mandenas, mengajak mahasiswa di Kota Jayapura, Papua, untuk lebih bijak dalam menyalurkan aspirasi dan pengawasan terhadap kebijakan pemerintah melalui media digital.

Menurutnya, di era kemajuan teknologi seperti saat ini, demonstrasi di jalan bukan lagi cara paling efektif untuk menyampaikan pendapat.

“Sekarang sudah era digital, jadi aksi turun ke jalan tidak lagi relevan. Menyampaikan aspirasi lewat media sosial jauh lebih cepat dan efisien dalam mendapatkan perhatian pemerintah,” ujar Mandenas di Jayapura, Senin (3/11).

BACA JUGA:Presiden Prabowo: Airbus A400M Perkuat Kemampuan Udara dan Peran TNI dalam Pembangunan Nasional

BACA JUGA:Mendagri Tito Karnavian Tegaskan Kepala Daerah Wajib Dukung Program Strategis Nasional

Ia menegaskan, penggunaan platform digital seperti Facebook, Instagram, dan TikTok dapat menjadi sarana efektif bagi mahasiswa dan masyarakat Papua dalam memberikan kritik, saran, maupun ide-ide konstruktif untuk pembangunan daerah.

“Selain efisien, cara ini juga bisa menghindarkan potensi tindakan anarkis yang sering terjadi saat demonstrasi di lapangan,” tambahnya.

Mandenas juga mendorong perguruan tinggi di Jayapura untuk berperan aktif membangun ruang diskusi kreatif secara daring.

BACA JUGA:Projo Siap Ganti Logo, Tak Lagi Gunakan Siluet Wajah Jokowi

BACA JUGA:Pemerintah Dorong Penguatan Ekonomi dan Konektivitas di PLBN Motaain

“Kampus harus menjadi pusat dialog dan diskusi publik. Melalui komunitas digital, mahasiswa dapat menyalurkan gagasan dan memperkuat literasi politik di kalangan generasi muda Papua,” tuturnya.

Senada dengan itu, Wali Kota Jayapura, Abisai Rollo, mengungkapkan bahwa masyarakat di 14 kampung di wilayahnya telah sepakat agar penyampaian aspirasi di ruang publik lebih diarahkan pada dialog terbuka, bukan demonstrasi.

“Jika itu menyangkut pengawasan terhadap program pemerintah, kami siap memfasilitasi. Prinsipnya, semua aspirasi bisa disampaikan dengan cara damai dan beradab,” kata Abisai.

BACA JUGA:Ponorogo Resmi Jadi Kota Kreatif Dunia UNESCO

Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan