Beras Porang, Alternatif Sehat yang Cocok untuk Program Diet
Beras Porang, Alternatif Sehat yang Cocok untuk Program Diet-foto : tangkapan layar ig, luhbudiasrini--
BACA JUGA:Tingkatkan Gairah Seksual dan Tulang dengan Telur Penyu
Tidak hanya itu, beras porang bebas gluten sehingga aman dikonsumsi oleh mereka yang memiliki intoleransi terhadap gluten.
Meski begitu, konsumsi beras porang tetap harus diperhatikan.
Karena kandungan kalorinya yang rendah tubuh mungkin tidak mendapatkan cukup energi jika hanya mengandalkan beras porang tanpa tambahan sumber protein, lemak sehat atau sayuran.
Para ahli gizi menyarankan agar beras porang dikonsumsi sebagai bagian dari pola makan seimbang bukan sebagai satu-satunya sumber karbohidrat.
BACA JUGA:Obati Sembelit dan Perut Kembung dengan Biji Selasih
BACA JUGA:Redakan Stres dan Depresi dengan Petai
Dari segi rasa dan tekstur, beras porang memiliki sedikit perbedaan dibanding nasi putih.
Teksturnya lebih kenyal dan rasa netralnya kadang memerlukan penyesuaian bagi mereka yang baru pertama kali mencobanya.
Namun, banyak yang menilai beras porang tetap lezat jika diolah dengan bumbu atau lauk yang tepat.
Selain manfaat kesehatannya, budidaya tanaman porang juga memberikan nilai ekonomi yang tinggi bagi petani lokal.
BACA JUGA:Terlalu Lama Duduk Bisa Picu Pikun Lebih Cepat, Waspadai Dampaknya pada Otak
BACA JUGA:Ikan Salmon, Si Ikan Bergizi Tinggi yang Disukai Dunia
Permintaan pasar yang terus meningkat, baik di dalam negeri maupun ekspor menjadikan porang sebagai komoditas potensial yang mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa.
Beras porang memang bisa menjadi pilihan yang baik untuk program diet karena rendah kalori, kaya serat dan dapat membantu mengontrol berat badan.
Namun, penting untuk tetap menjaga keseimbangan nutrisi dengan mengombinasikannya bersama sumber protein, vitamin dan mineral lainnya.
Dengan konsumsi yang bijak, beras porang tidak hanya mendukung diet sehat tetapi juga ikut mendorong perkembangan pangan lokal Indonesia.*