Pemerintah Serius Evaluasi Program MBG
Menteri Koordinator Pemberdayaan Masyarakat, Abdul Muhaimin Iskandar (kedua kanan) bersama Kepala BGN, Dadan Hindayana (kanan) meninjau Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kabupaten Sleman, DIY.-Foto: Antara-
BACA JUGA:Erick Thohir Rangkap Jabatan, FIFA Setuju
Meski tengah dilakukan evaluasi besar-besaran, pemerintah memastikan program MBG tetap berlanjut.
Muhaimin menilai program ini sangat penting dalam upaya pemerataan gizi bagi anak-anak Indonesia.
“MBG adalah investasi jangka panjang. Kita tidak boleh berhenti di tengah jalan. Sesuai arahan Presiden, tantangan awal harus kita hadapi dengan keberanian untuk memperbaiki,” katanya.
BACA JUGA:Kemendagri Dalami Sengketa Tiga Pulau Halteng–Raja Ampat
BACA JUGA:Parpol Nonparlemen Bentuk Sekretariat Bersama Dukung Penghapusan Parlementary Threshold
Selain meningkatkan asupan gizi anak, program MBG juga diharapkan menjadi sarana edukasi masyarakat tentang pentingnya pola makan sehat dan pengolahan makanan yang higienis.
Muhaimin menyebut MBG sebagai gerakan pendidikan gizi yang akan menjadi pondasi ketangguhan generasi mendatang.
Lebih jauh, program MBG juga dipandang mampu menggerakkan ekonomi lokal melalui pemberdayaan petani, pelaku UMKM, dan pengusaha daerah yang terlibat dalam rantai pasoknya.
BACA JUGA:Komisi VIII Desak Menteri Haji Lengkapi Struktur Baru
BACA JUGA:Prabowo Hadiri Pertemuan Perdamaian Timur Tengah Undangan Trump
“Kami ingin MBG tidak hanya bermanfaat bagi anak-anak, tetapi juga menjadi ekosistem pemberdayaan masyarakat. Dari petani hingga penyedia jasa, semua harus ikut merasakan dampaknya,” tuturnya.
Muhaimin menutup dengan ajakan kepada seluruh pemangku kepentingan—mulai dari pemerintah daerah, penyedia layanan, dunia usaha, hingga masyarakat—untuk bersama-sama menjaga mutu, keamanan, dan keberlanjutan program.
“MBG adalah gerakan gotong royong. Kita harus mengawalnya bersama demi masa depan anak-anak Indonesia,” pungkasnya. (ant)