Pemain Diaspora Indonesia Kompak Menggila, Jepang Waspada!
Pemain Diaspora Indonesia Kompak Menggila, Jepang Waspada! Fhoto: Tangkapan Layar Facebook Bola Times Dotcom--
Di Liga Belgia, dua pemain diaspora Indonesia, Ragnar Oratmangoen dan Sandy Walsh, berhadapan dalam laga antara FCV Dender dan KV Mechelen.
Pertandingan ini tak hanya menjadi adu gengsi antara kedua tim, tetapi juga memberikan kesempatan bagi kedua pemain diaspora Indonesia ini untuk memperlihatkan kualitas mereka.
Ragnar Oratmangoen, yang masuk sebagai pemain pengganti, berhasil mencetak gol ke gawang KV Mechelen yang dijaga ketat oleh Sandy Walsh.
Gol ini tidak hanya memberi keunggulan sementara bagi Dender, tetapi juga membuktikan bahwa Oratmangoen tetap menjadi ancaman meskipun bermain dari bangku cadangan.
BACA JUGA:Herve Renard Resmi Gantikan Roberto Mancini Sebagai Pelatih Timnas Arab Saudi
BACA JUGA:Negatif Football Warnai Laga Indonesia vs Australia di Kualifikasi Piala Asia U-17 2025
Di sisi lain, Sandy Walsh yang tampil sebagai pemain bertahan menunjukkan performa solid dan membantu KV Mechelen menahan serangan demi serangan Dender.
Meski hasil pertandingan tidak berpihak pada KV Mechelen, kehadiran Walsh tetap memberikan pengaruh besar bagi lini belakang mereka.
Kedua pemain ini memperlihatkan bahwa para pemain diaspora Timnas Indonesia mampu bersaing di tingkat kompetitif liga Eropa.
Mees Hilgers Cetak Gol Perdana di Eredivisie
Salah satu sorotan utama lainnya adalah Mees Hilgers yang bermain untuk FC Twente di Eredivisie Belanda. Bek yang dikenal dengan kemampuan bertahan tangguh ini menunjukkan sisi menyerangnya dengan mencetak satu gol dalam laga melawan Heracles Almelo.
BACA JUGA:Timnas Indonesia Bidik 4 Poin Penting di Kualifikasi Piala Dunia 2026
BACA JUGA:Herve Renard Resmi Gantikan Roberto Mancini Sebagai Pelatih Timnas Arab Saudi
Laga yang digelar di Stadion De Grolsch Veste, Enschede, berakhir dengan kemenangan besar 5-0 untuk Twente, dan Hilgers ikut berkontribusi di papan skor.
Gol ini adalah yang pertama bagi Hilgers musim ini, dan mencerminkan fleksibilitasnya sebagai pemain bertahan yang mampu membantu timnya dalam menyerang.