PKS Siap Menangkan HDCU dan Al-Shinta : Komitmen Penuh untuk Kemenangan di Sumsel dan Muara Enim !

Tim Oemenangan HDCU Ismail Hairul Pala SE dan pasangan calon Al-Shinta foto bersama relawan kemenangan HDCU dan Al-Shinta di Ball room Hotel Griya Serasan.-Foto : Dokumen Palpos-

BACA JUGA:Hanya 1 Pasangan Bakal Calon Daftar Pilkada Empat Lawang 2024 : Joncik - Arifai Melenggang Sendirian !

"PKS selalu mendukung pasangan calon yang memiliki potensi besar untuk menang. Kami yakin dengan kekuatan mesin partai yang luar biasa dan daya kolaborasi yang tinggi, HDCU di Sumsel dan Al-Shinta di Muara Enim dapat terpilih sebagai pemimpin daerah," kata Toha.

Ia juga menekankan pentingnya para kader dan simpatisan PKS untuk menyosialisasikan program-program yang diusung HDCU dan Al-Shinta kepada masyarakat, baik melalui tatap muka langsung maupun media sosial.

"Kami memiliki jaringan yang kuat dan dukungan dari berbagai elemen masyarakat. Dengan kekompakan ini, kami optimis dapat membawa kemenangan bagi pasangan yang kami dukung," lanjutnya.

BACA JUGA:4 Caleg DPRD Sumsel Terpilih 2024-2029 Mengundurkan Diri : Ada Apa ?

BACA JUGA:Tim Pemenangan Hapal Melebur dengan HDCU di Pilkada Sumsel 2024: Sepakat untuk Bersinergi !

Dr. H. Ahmad Rizali, yang merupakan calon Bupati Muara Enim, juga menyampaikan beberapa program prioritas yang akan dilaksanakan jika terpilih.

Menurutnya, Kabupaten Muara Enim memiliki Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) yang cukup besar, namun selama ini belum dimanfaatkan secara optimal.

Rizali menjelaskan bahwa banyak anggaran yang tidak terserap sehingga menjadi Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran (Silpa).

Oleh karena itu, ia bertekad untuk memaksimalkan penggunaan anggaran demi kesejahteraan masyarakat.

"Jika terpilih, kami akan memastikan bahwa setidaknya 30 persen tenaga kerja di perusahaan-perusahaan yang beroperasi di Muara Enim adalah putra daerah asli. Hal ini didasarkan pada pasal 22 Ayat 1 Undang-Undang No. 14 Tahun 2023 yang memberikan payung hukum bagi kami untuk mewujudkan hal ini," ungkap Rizali.

Selain itu, ia berencana untuk meningkatkan kesejahteraan tenaga pendidik dan agama di daerah, seperti ustadzah, guru PAUD, dan marbot masjid.

"Saat ini, saya mendengar bahwa marbot hanya mendapatkan honor Rp600 ribu setahun, sedangkan ustadzah mendapatkan sekitar Rp300 ribu sebulan. Ini tentu sangat tidak memadai mengingat jasa besar mereka bagi masyarakat. Kami akan berupaya meningkatkan gaji mereka karena anggaran untuk itu tersedia," tegasnya.

Lebih lanjut, Rizali juga menyoroti pentingnya pengembangan pesantren di Muara Enim.

Menurutnya, sudah ada peraturan daerah (perda) yang mengatur tentang dana hibah untuk pesantren, dan jika terpilih, ia berkomitmen untuk memastikan bahwa pesantren mendapatkan dukungan finansial yang memadai dari APBD, dengan alokasi dana hibah yang diperkirakan mencapai Rp60 miliar.

Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan