Mau Tahu Berapa Utang Luar Negeri Indonesia ? Tumbuh 2,7 Persen di Triwulan II-2024, Segini Besarnya !

Ilustrasi-FOTO : ANTARA-

BACA JUGA:Bank Mandiri Catat Lonjakan Volume Transaksi Valuta Asing hingga 196,5 Persen pada Kuartal II 2024

Kontraksi ini melanjutkan tren penurunan dari triwulan sebelumnya yang tercatat sebesar 0,9 persen yoy.

Penurunan ini dipengaruhi oleh penyesuaian penempatan dana investor nonresiden pada Surat Berharga Negara (SBN) domestik, seiring dengan ketidakpastian pasar keuangan global yang masih tinggi.

Sebagai salah satu komponen dalam instrumen pembiayaan APBN, pemanfaatan ULN terus diarahkan untuk mendukung sektor produktif serta belanja prioritas dengan tetap memperhatikan aspek keberlanjutan pengelolaan ULN.

BACA JUGA:BSI Raih Puncak Digital : 97,9 Persen Nasabah Beralih ke Layanan Mobile Banking !

BACA JUGA:Bank Mandiri Proyeksikan Ekonomi RI Tumbuh 5 Persen di Kuartal II-2024

ULN pemerintah pada triwulan II-2024 didominasi oleh beberapa sektor ekonomi. Sektor jasa kesehatan dan kegiatan sosial mencakup 20,9 persen dari total ULN pemerintah.

Sektor administrasi pemerintah, pertahanan, dan jaminan sosial wajib menyumbang 18,8 persen, sementara jasa pendidikan menyumbang 16,8 persen.

Sektor konstruksi dan jasa keuangan serta asuransi masing-masing mencakup 13,6 persen dan 9,5 persen dari total ULN pemerintah.

Hampir seluruh ULN pemerintah memiliki tenor jangka panjang, dengan pangsa mencapai 99,99 persen dari total ULN pemerintah.

Hal ini mencerminkan pengelolaan utang pemerintah yang berfokus pada stabilitas jangka panjang.

ULN swasta juga menunjukkan pertumbuhan meskipun tidak sebesar sektor publik.

Pada triwulan II-2024, posisi ULN swasta tercatat sebesar 196,5 miliar dolar AS, meningkat sebesar 0,3 persen yoy setelah sebelumnya mengalami kontraksi pertumbuhan 1,2 persen yoy pada triwulan I-2024.

Pertumbuhan ini terutama didorong oleh ULN perusahaan bukan lembaga keuangan (nonfinancial corporations) yang tumbuh sebesar 0,6 persen yoy.

Sementara itu, ULN lembaga keuangan (financial corporations) masih mengalami kontraksi pertumbuhan sebesar 0,9 persen yoy.

Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan