Musim Layangan Jadi Berkah Pedagang Musiman, Solusi Mengalihkan Perhatian Anak dari Gedjet

Jumat 29 Aug 2025 - 16:30 WIB
Reporter : Maryati
Editor : Yuli

KORANPALPOS.COM – Musim bermain layangan ternyata membawa berkah tersendiri bagi para pedagang musiman di Kota Lubuklinggau, Sumatera Selatan.

Salah satunya dirasakan Adi (46), warga Jalan Depati Said, Kelurahan Linggau Ulu, Kecamatan Lubuklinggau Barat I, Kota Lubuklinggau yang sudah bertahun-tahun menjadi produsen sekaligus penjual layangan.

Setiap sore hingga malam hari, Adi membuka lapak di depan Taman Makam Pahlawan (TMP) Patria Bukit Sulap, Kelurahan Tapa Lebar, Lubuklinggau Barat II.

BACA JUGA:Pertamina Drilling Raih Tiga Penghargaan Bergengsi di Ajang Best Human Capital Awards 2025

BACA JUGA:Pemkot Prabumulih Salurkan Bantuan Ribuan Batang Bibit Sawit dan Karet

Lapak layangan Adi tampak ramai didatangi anak-anak hingga orang dewasa yang ingin membeli layangan.

Beragam jenis layangan dijual dengan harga bervariasi, sesuai dengan tipe, besar kecil dan kerangka yang digunakan. 

Beberapa tipe atau variasi layangan yang dijual layangan ikan, layangan dare (layangan berekor) ada juga layangan dengung (dapat menimbulkan suara bila dimainkan). 

BACA JUGA:Polres OKU Lakukan Pemasangan Listrik Gratis di Kecamatan Baturaja Timur

BACA JUGA:Bupati OKU Hadiri Apkasi Otonomi Expo Tahun 2025

"Harga tertinggi itu layangan dengung berkisar dari Rp60 ribu hingga Rp100 ribu," ungkap Adi dijumpai disela-sela aktivitas jualannya depan TPU Patria Bukit Sulap, Jumat 29 Agustus 2025.

Untuk jenis layangan ikan dan dare, Adi mematok harga terendah Rp20 ribu hingga Rp40 ribu.

Adi mengaku, pekerjaan ini hanya ditekuni saat musim layangan tiba, biasanya pada pertengahan tahun hingga masuk musim hujan. 

BACA JUGA:Polres Muratara Tindak Tegas Penambangan Emas Tanpa Izin di Ulu Rawas

BACA JUGA:Pemprov Sumsel Gandeng KPPU Ciptakan Iklim Bisnis Sehat dan Adil

Saat tidak musim, ia beralih mencari penghasilan lain untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Kategori :