Menurutnya, tanggapan publik atas kritik yang muncul adalah sesuatu yang wajar dalam dunia sepak bola. Namun, ia berharap semua pihak tetap menjaga objektivitas dalam memberikan masukan.
“Kritik itu penting untuk perbaikan, tetapi harus dilakukan dengan cara yang konstruktif, bukan menyerang secara pribadi,” tambahnya.
Komunikasi yang Terbuka
Dalam kesempatan tersebut, Sumardji juga menyoroti pentingnya komunikasi yang baik antara Timnas Indonesia dan masyarakat.
BACA JUGA:Davies Merapat ke Madrid !
BACA JUGA:Indonesia Harus Bangkit dan Fokus ke Piala Dunia 2026
Ia menyadari bahwa antusiasme publik terhadap sepak bola Indonesia sangat besar, sehingga setiap kritik dan masukan harus disikapi dengan bijak.
“Kami di Timnas selalu berusaha menjalin komunikasi terbuka dengan masyarakat. Kritik yang masuk akan kami evaluasi, selama itu memang bertujuan untuk kebaikan bersama,” ujar Sumardji.
Pentingnya Kritik yang Membangun
Diskusi mengenai kritik terhadap Shin Tae-yong dan isu buzzer ini mencerminkan dinamika yang terjadi di dunia sepak bola Indonesia. Sebagai salah satu pelatih asing dengan reputasi tinggi, Shin Tae-yong tidak luput dari sorotan publik.
Namun, Sumardji menegaskan bahwa kritik yang konstruktif adalah elemen penting untuk memperbaiki kinerja tim. Ia juga berharap masyarakat dapat memisahkan kritik yang bersifat membangun dari serangan yang tidak berdasar.
BACA JUGA:Tekuk Cagliari, Jay Idzes Main Penuh
BACA JUGA:Real Madrid Tikung Barca di Posisi Kedua
“Sepak bola adalah olahraga yang melibatkan emosi banyak orang. Namun, kita harus tetap rasional dan obyektif dalam memberikan penilaian,” tutup Sumardji.
Klarifikasi yang disampaikan Sumardji menunjukkan bahwa PSSI dan Timnas Indonesia tetap terbuka terhadap kritik yang membangun.
Meski isu buzzer masih menjadi perdebatan, fokus utama adalah memastikan kritik yang disampaikan dapat digunakan untuk perbaikan. Sebagai pelatih Timnas Indonesia, Shin Tae-yong diharapkan terus mendengarkan masukan demi kemajuan sepak bola Tanah Air.