Ini dia Tips Simple Dari 'Kak Camat', Biar Lingkungan Kita Gak ke Banjiran

Sosok Muda Camat gandus Jufriansyah.S.STP. M.Si saat meninjau lingkungan masyarakat guna pencegahan Banjir di wilayah nya.-Foto: Dok Palembang Pos-

KORANPALPOS.COM – Memasuki puncak musim hujan di awal tahun 2026, kewaspadaan terhadap ancaman banjir di wilayah Kecamatan Gandus mulai ditingkatkan.

Mengingat karakter geografis Gandus yang unik berbatasan langsung dengan Sungai Musi dan didominasi kawasan rawa pemerintah setempat menegaskan bahwa kesiapan infrastruktur saja tidak cukup tanpa dukungan nyata dari masyarakat.

​Camat Gandus, Jufriansyah, S.STP., M.Si., yang akrab disapa kak Camat oleh kalangan anak muda di Palembang ini menyatakan bahwa fenomena genangan seringkali terjadi bukan hanya karena faktor alam, melainkan akibat kelalaian dalam menjaga lingkungan. Beliau menekankan bahwa mencegah banjir adalah investasi kenyamanan bersama yang harus dimulai dari tindakan nyata di depan rumah masing-masing.

BACA JUGA: Peduli Korban Banjir Aceh Tamiang: SKN Salurkan Logistik, Kerahkan Relawan dan Alat Berat

BACA JUGA:Demi Konten dan Flaxing, Gadis Palembang Nekat nyamar Jadi Pramugari Batik Air, Lolos Terbang ke Jakarta!

​"Mencegah banjir itu kerja tim, bukan sekadar tugas pemerintah atau petugas lapangan saja. Kita harus kompak. Sebagus apa pun saluran air yang kita bangun, kalau perilaku kita terhadap lingkungan tidak berubah, hasilnya tidak akan maksimal," ujar Jufriansyah saat ditemui di kantornya.

​Salah satu pemicu utama banjir di Gandus adalah penyumbatan drainase oleh sampah domestik. Jufriansyah mengimbau dengan sangat agar warga berhenti menjadikan sungai atau selokan sebagai tempat sampah raksasa.

"Saya minta tolong sekali kepada warga, jangan lagi ada yang buang sampah plastik atau limbah rumah tangga ke sungai. Begitu hujan deras, sampah-sampah ini menumpuk di pintu air. Akibatnya apa? Air mampet dan langsung naik ke jalan. Tolong, sayangi lingkungan kita sendiri," tegasnya lugas.

BACA JUGA:Empat Tiang Listrik di Pedamaran Timur Roboh Disebabkan Hujan Deras dan Angin Kencang

BACA JUGA:Wabup Banyuasin Netta Indian: Penghulu Harus Optimalkan Pelayanan Masyarakat

​Selain masalah sampah, maraknya penimbunan lahan rawa tanpa sistem drainase yang benar menjadi perhatian serius pihak kecamatan. Mengingat Gandus secara alami memiliki banyak kawasan rawa yang berfungsi sebagai "parkir" air alami, Jufriansyah mengingatkan agar aktivitas pembangunan tidak dilakukan sembarangan.

"Rawa itu tandon air alami kita. Kalau mau membangun atau menimbun lahan, tolong urus izinnya dan ikuti aturannya. Jangan asal timbun tanpa mikirkan ke mana air akan lari.

Kalau resapannya ditutup total tanpa ada kolam retensi, ya jangan kaget kalau airnya malah pindah menggenangi rumah tetangga sebelah," tambahnya.

BACA JUGA:5 Daerah Penghasil Beras Terbesar di Indonesia 2025: Juaranya Banyuasin, Bukan OKU Timur !

Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan