MBG Libur Sekolah Tak Wajib Diambil

Wakil Kepala BGN, Nanik Sudaryati Deyang dalam kegiatan bersama SPPG di Lumajang, Jawa Timur-Foto: Antara-

JAKARTA – Badan Gizi Nasional (BGN) menegaskan bahwa pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) selama masa libur sekolah tidak bersifat wajib dan sama sekali tidak memaksa siswa untuk datang ke sekolah.

Penegasan ini disampaikan menyusul munculnya anggapan di masyarakat bahwa siswa diminta tetap hadir ke sekolah demi mengambil MBG selama liburan.

Wakil Kepala BGN, Nanik Sudaryati Deyang, menyampaikan bahwa pihaknya memberikan keleluasaan penuh kepada sekolah dan wali murid terkait distribusi MBG pada periode libur akademik.

BACA JUGA:Bonus SEA Games Sesuai Komitmen Presiden

BACA JUGA:Mendagri Percepat Pembersihan Pascabanjir Aceh

Menurutnya, tidak ada kewajiban bagi siswa untuk hadir ke sekolah hanya untuk mengambil paket makanan bergizi.

“Anak-anak tidak diwajibkan datang ke sekolah. Jika MBG ingin diambil, bisa oleh orang tua atau anggota keluarga lainnya. Bahkan jika sekolah maupun wali murid memilih untuk tidak menerima, itu juga tidak menjadi masalah. Tidak ada unsur paksaan sama sekali,” ujar Nanik saat dikonfirmasi di Jakarta, Selasa.

BGN memahami bahwa libur sekolah merupakan waktu istirahat bagi peserta didik.

BACA JUGA:Komisi VII DPR Dorong UMKM Bebas Agunan Kredit

BACA JUGA:DPR RI Tekankan Percepatan Program Makan Bergizi Gratis di Madrasah dan Pesantren

Meski demikian, demi menjaga kesinambungan pemenuhan gizi, Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) tetap membuka opsi bagi sekolah penerima manfaat yang bersedia melanjutkan distribusi MBG selama liburan. Sekolah yang berminat dapat mengajukan permintaan secara sukarela.

Apabila sekolah memilih menerima MBG, lanjut Nanik, SPPG akan menyalurkan makanan dalam bentuk makanan kering yang lebih praktis dan sesuai untuk masa libur. Distribusi dilakukan berdasarkan permintaan dan kesepakatan dengan pihak sekolah.

Terkait tudingan bahwa pembagian MBG saat libur sekolah dilakukan untuk menghabiskan anggaran, Nanik dengan tegas membantah. Ia justru menyebut BGN berhasil melakukan efisiensi besar dalam pelaksanaan program tersebut.

BACA JUGA:Perencanaan Tata Kelola Perkotaan Kunci Pembangunan Berkelanjutan

Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan