DPR Minta Evaluasi Distribusi MBG

Ketua Komisi X DPR RI Hetifah Sjaifudian dalam diskusi “Merumuskan Kembali Anggaran Pendidikan Guna Mewujudkan Amanat Konstitusi Menuju Indonesia Emas 2045” di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (8/8/2025).-Foto: Antara-

JAKARTA - Komisi X DPR RI mendesak pemerintah segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kompetensi dan standar kerja petugas distribusi program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Desakan ini muncul menyusul insiden kecelakaan kendaraan pengangkut makanan MBG yang terjadi di lingkungan SD Negeri Kalibaru 01, Jakarta Utara, dan menyebabkan sejumlah siswa serta guru menjadi korban.

Ketua Komisi X DPR RI, Hetifah Sjaifudian, menegaskan bahwa program MBG merupakan kebijakan strategis nasional yang menyentuh langsung kepentingan peserta didik.

BACA JUGA:Muhammad Nuh Resmi Jadi Katib Aam PBNU

BACA JUGA:Negara Bantu Petani Pascabanjir

Karena itu, pelaksanaannya tidak boleh mengabaikan aspek keselamatan, baik bagi siswa, tenaga pendidik, maupun warga sekolah secara keseluruhan.

Menurut Hetifah, kejadian tersebut menjadi peringatan penting bahwa sistem distribusi MBG perlu diawasi secara ketat. Ia menilai, keamanan harus menjadi standar utama dalam setiap tahapan program, mulai dari perencanaan, operasional, hingga distribusi ke sekolah-sekolah.

“Keselamatan anak-anak dan guru adalah prioritas yang tidak bisa ditawar,” ujarnya di Jakarta, Kamis.

BACA JUGA:DPR Desak Percepatan Izin Penggalangan Dana Bencana agar Solidaritas Warga Tidak Terhambat

BACA JUGA:Anugerah Pers 2025 Menguat

Ia juga menyampaikan keprihatinan mendalam atas peristiwa tersebut dan mendoakan agar para korban, baik siswa maupun guru, segera mendapatkan penanganan terbaik dan dapat pulih secepatnya.

Komisi X, kata dia, turut berempati terhadap keluarga korban yang terdampak akibat insiden itu.

Lebih lanjut, Hetifah meminta aparat penegak hukum melakukan penyelidikan secara transparan dan menyeluruh.

BACA JUGA:Golkar Donasi Rp3 Miliar untuk Bencana Sumatera

Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan