Anugerah Pers 2025 Menguat

Ketua Dewan Pers Komarudin Hidayat menyampaikan sambutan dalam acara malam puncak Anugerah Dewan Pers 2025 di Balai Kota Jakarta, Jakarta, Rabu (10/12/2025) malam-Foto: Antara-

JAKARTA - Malam puncak Anugerah Dewan Pers 2025 resmi digelar dan menjadi ruang refleksi bagi seluruh pemangku kepentingan media untuk memperkuat kembali komitmen dalam membangun ekosistem pers yang sehat, berimbang, dan berintegritas.

Acara yang berlangsung di Balai Kota Jakarta pada Rabu malam itu dihadiri para tokoh pers, jurnalis, pimpinan redaksi, serta berbagai figur publik yang selama ini berkontribusi pada perkembangan dunia jurnalistik nasional.

Ketua Dewan Pers, Komarudin Hidayat, dalam sambutannya menyampaikan bahwa penghargaan tahunan ini merupakan bentuk penghormatan tertinggi kepada insan pers Indonesia yang telah menjaga fungsi media sebagai pilar keempat demokrasi.

BACA JUGA:Golkar Donasi Rp3 Miliar untuk Bencana Sumatera

BACA JUGA:DPR Desak PU Pulihkan Akses Jalan di Daerah Bencana

Ia menegaskan bahwa pers yang profesional adalah fondasi penting dalam menjaga kualitas demokrasi, terutama di tengah derasnya arus informasi digital.

Pada penyelenggaraan tahun ini, Dewan Pers memperkenalkan kategori Lifetime Achievement, sebuah penghargaan khusus yang diberikan kepada tokoh bangsa yang dinilai memiliki kepedulian besar terhadap perdamaian, kemanusiaan, serta konsisten mendorong kehidupan pers yang merdeka dan bertanggung jawab.

Komarudin menyebut para penerima penghargaan ini sebagai figur yang menjadi teladan bagi jurnalis di seluruh Indonesia.

BACA JUGA:Rusia Siap Bantu Nuklir RI

BACA JUGA:Ombudsman RI Andalkan Pendekatan Persuasif agar Rekomendasi Dipatuhi Institusi

“Para tokoh ini telah memberikan inspirasi dan semangat bagi dunia pers. Kami berharap karya mereka mendorong insan media untuk terus menjadi mata, telinga, dan hati nurani masyarakat,” ujar Komarudin.

Ia juga menegaskan bahwa Dewan Pers terus bekerja memastikan kebebasan pers tidak lepas dari prinsip etika dan tanggung jawab.

Menurutnya, di era media sosial dan informasi yang serba cepat, tantangan terbesar adalah menjaga akurasi, verifikasi, serta kredibilitas pemberitaan.

BACA JUGA:Pakistan Siap Kirim Tenaga Medis ke Indonesia

Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan