DPR Desak Hapus Status Honorer Guru
Ketua Komisi X DPR RI, Hetifah Sjaifudian-Foto: Antara-
JAKARTA - Ketua Komisi X DPR RI, Hetifah Sjaifudian, menekankan perlunya pemerintah menghapus status guru honorer pada akhir 2025.
Menurutnya, langkah ini penting untuk menjamin kesejahteraan guru sekaligus menghilangkan ketidakpastian yang selama ini membayangi profesi pendidik.
Hetifah menegaskan, momentum Hari Guru Nasional yang diperingati Selasa (26/11/2025) bukan sekadar seremoni.
BACA JUGA:Kemendagri Pacu Pembangunan SPPG di Daerah 3T
BACA JUGA:Gibran Laporkan Hasil G20 Langsung ke Prabowo
Lebih dari itu, hari ini menjadi pengingat moral bagi pemerintah untuk melindungi guru serta memastikan hak-hak mereka terealisasi dalam kebijakan nyata.
“Pada Hari Guru ini, pemerintah harus menunjukkan penghormatan nyata. Masa depan guru harus dijamin melalui reformasi kepegawaian yang mengedepankan kesejahteraan, bukan menambah beban baru,” ujar Hetifah dalam keterangan pers di Jakarta.
Dia menambahkan, guru yang telah mengabdi bertahun-tahun wajib menjadi prioritas dalam penataan kepegawaian, baik melalui pengangkatan menjadi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) maupun seleksi terbuka yang adil dan transparan.
BACA JUGA:Polri Siap Berbenah Total, Buntut Masyarakat Lapor Damkar
BACA JUGA:DPR Desak ANRI–KPU Jelaskan Alur Arsip Ijazah Capres
“Pengabdian belasan tahun tidak boleh menjadi alasan tertunda tanpa kepastian,” tegasnya.
Menurut Hetifah, penghapusan status honorer tidak berarti guru kehilangan haknya. Kebijakan baru harus menjamin penghasilan layak, tunjangan tetap, jaminan sosial, dan perlindungan hukum. “Ini bukan bonus, tapi hak dasar setiap guru,” tambahnya.
Hetifah juga menyoroti perbedaan regulasi antara guru sekolah umum dan madrasah. Ia menekankan pentingnya koordinasi antar-Kementerian terkait—Kementerian Agama, KemenPANRB, Kemendiktisaintek, pemerintah daerah, dan BKN—agar tidak ada guru yang tertinggal dalam reformasi kepegawaian. “Jangan sampai muncul dua kecepatan: satu guru diuntungkan, yang lain tertinggal,” ucapnya.
BACA JUGA:Asta Cita Menuju Indonesia Maju