Paparkan Misi RI Wujudkan Kemandirian Pangan

Presiden RI Prabowo Subianto, memberikan sambutan awal saat pertemuan bilateral dengan Perdana Menteri (PM) Republik Fiji, Sitiveni Rabuka dan delegasi di Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (24/4).-Foto: Antara-

JAKARTA - Presiden RI Prabowo Subianto memaparkan misi pemerintah dalam mewujudkan kemandirian pangan hingga peningkatan produksi tanaman pangan di hadapan Perdana Menteri Republik Fiji Sitiveni Rabuka saat pertemuan bilateral di Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (24)4).

Dalam pertemuan bilateral bersama delegasi kedua negara, Presiden Prabowo menjelaskan produktivitas padi telah meningkat signifikan dalam enam bulan terakhir sejak kepemimpinannya.

"Dalam enam bulan pertama pemerintahan saya, produksi (padi) telah meningkat ke tingkat yang sangat tinggi dan kami sangat senang jika Fiji ingin berpartisipasi dan mungkin ingin mengirim pemudanya untuk belajar dari pengalaman kami," kata Prabowo.Selain padi, Prabowo juga menjelaskan bahwa pertanian nasional tengah mengembangkan bibit tanaman baru yang lebih produktif, contohnya pada tanaman kedelai.

BACA JUGA:Minta Perkuat Tata Kelola BUMD dan BLUD Pemda

BACA JUGA:Partisipasi Pemilih PSU per Wilayah Turun

Menurut Prabowo, produktivitas kedelai sangat rendah, yakni hanya 1–2 ton per hektare. Setelah menemukan jenis bibit baru, produksi kedelai bisa mencapai lebih dari 2,5 ton per hektare, yang dinilai dapat bersaing dengan harga pasar global.

"Juga gandum, kami berusaha untuk terus mengembangkan gandum, jenis gandum yang bisa ditanam di Indonesia, yang sangat sulit pada tahun-tahun sebelumnya," tambah Prabowo.

Dengan iklim yang sama, Kepala Negara pun mengundang peluang kerja sama agar pemuda Fiji dapat belajar mengenai pertanian di Indonesia.

BACA JUGA:PSU Berulang Ancam Efektiviitas Pemerintahan Daerah

BACA JUGA:Tekankan Pentingnya Perkuat Sistem Keamanan Digital

Sebagai mitra dagang terbesar keempat Indonesia di kawasan Oseania, Prabowo berharap kerja sama bidang ekonomi dan perdagangan terus dijalin, terutama mengingat perekonomian global saat ini.

"Kami percaya pada kolaborasi dan kerja sama, terutama di bidang ekonomi dan perdagangan. Kami percaya bahwa dunia telah menjadi lebih kecil. Apa yang terjadi di satu bagian dunia, akan memengaruhi seluruh bagian dunia. Dan oleh karena itu, lebih penting bagi kita untuk bekerja sama guna mencapai hubungan yang baik antara negara kita," kata Prabowo. (ant

Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan