KORANPALPOS.COM – Kamis (28/8) sekitar pukul 19.25 WIB, satu unit kendaraan taktis berbodi baja milik Brigade Mobil (Brimob) Polri membelah kerumunan demonstran yang berkumpul di Jalan Pejompongan, Tanah Abang, Jakarta Pusat.
Dari balik kemudi, Bripka R sekuat tenaga menerobos situasi yang penuh tekanan.
Jalanan di depannya sudah dipenuhi batu, pecahan benda keras, dan kepulan asap yang menyulitkan pandangan untuk mengawasi sekililing dan di depan kendaraan.
BACA JUGA:Demo Ricuh di Jakarta: Rantis Brimob Lindas Ojol, DPR hingga Komnas HAM Turun Tangan
BACA JUGA:Prabowo: Bupati Baru Harus Ditatar di Kamp Tentara, Bukan Hotel Bintang Lima
Dari balik kaca berlapis ram gelap, Bripka R merasa tak mampu melihat jelas posisi orang-orang di sekelilingnya. Kerumunan orang semakin mendekat dan situasi kian menegangkan.
Bripka R yang saat itu didampingi Kompol C, di sebelahnya, sementara lima lainnya duduk di belakang, yaitu Aipda M, Briptu D, Bripda M, serta Baraka E dan Baraka Y, merasa tidak punya pilihan, selain terus melaju.
Kendaraan tinggi yang ia kemudikan terus bergerak, dan pengemudi tidak menyadari keberadaan seorang pengendara ojek online yang sedang terjatuh, tepat di jalur laju.
BACA JUGA:RUU Haji Disetujui, Kementerian Haji dan Umrah Segera Terbentuk
BACA JUGA:Rapat DPR Tetap Digelar Meski Demo di Luar Ricuh
Dalam hitungan detik, benturan tidak terhindarkan.
Bripka R tidak lagi bisa membedakan apakah yang ada di depannya hanyalah batu atau seorang manusia.
Pandangannya terbatas, pikirannya terpusat pada upaya bertahan dari amukan para pengunjuk rasa yang semakin mengepung.
BACA JUGA:Wagub Cik Ujang Tegaskan Pemprov Sumsel Dorong Anak Muda Jadi Petani Milenial Lewat GSMP
BACA JUGA:Cegah Hoaks dan Radikalisme, Polda Sumsel Gandeng Diskominfo Jadi Pengawas Konten Digital