Dinkes Palembang Tangani 70 Kasus Penyakit Campak

Jumat 29 Aug 2025 - 20:59 WIB
Reporter : Erika
Editor : Isro Antoni

PALEMBANG - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Palembang, Sumatera Selatan (Sumsel) telah menangani 70 kasus penyakit campak sejak awal Januari 2025 hingga saat ini.

"Kasus penyakit campak di Kota Palembang mengalami peningkatan signifikan sepanjang tahun 2025. Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Palembang mencatat hingga akhir Juli 2025 sudah ada 70 kasus campak yang menyerang warga, baik anak-anak maupun orang dewasa," kata Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Palembang, Yudhi Setiawan di Palembang.

Menurutnya angka tersebut hampir menyamai jumlah kasus sepanjang tahun 2024.

"Kalau dibandingkan dengan tahun 2024 hanya ada 74 kasus selama 12 bulan. Artinya, tahun ini kasusnya berpotensi meningkat," katanya pula.

BACA JUGA:Manfaatkan Sistem Kearsipan Srikandi

BACA JUGA:Reforma Agraria Tak Sebatas Redistribusi Lahan

Ia menerangkan penyakit campak dikenal sebagai penyakit menular yang disebabkan oleh virus measles. Gejala umumnya meliputi demam tinggi, batuk, pilek, mata merah, dan munculnya ruam pada kulit. Meski sering dianggap penyakit anak-anak, campak sebenarnya bisa menyerang siapa saja yang belum memiliki kekebalan.

Ia mengingatkan kasus ini menjadi alarm bagi masyarakat untuk lebih memperhatikan pencegahan, terutama melalui imunisasi.

“Campak dapat menular dengan sangat cepat melalui udara. Jika tidak dicegah, bisa menimbulkan komplikasi serius seperti radang paru-paru hingga radang otak,” jelasnya.

Langkah utama untuk mencegah campak pihaknya melakukan imunisasi lengkap pada anak. Dosis imunisasi campak diberikan sebanyak tiga kali, yaitu dosis pertama pada usia sembilan bulan, dosis kedua pada usia 18 bulan, dan dosis ketiga pada usia 6–7 tahun.

BACA JUGA:ANBK Petakan Mutu Pendidikan SMP

BACA JUGA:Eksplor Kuliner Bumi Sriwijaya Lewat Sarapan Pagi di Novotel Hotel & Residences

Adapun bayi dan anak yang sudah di imunisasi akan memiliki perlindungan lebih baik. Jadi orang tua harus memastikan anak-anaknya mendapatkan imunisasi sesuai jadwal. Jangan menunggu sampai sakit.

Selain imunisasi, Ia juga mengingatkan masyarakat untuk menerapkan pola hidup bersih dan sehat. Kebiasaan sederhana seperti rajin mencuci tangan dengan sabun, menghindari berbagi peralatan pribadi dengan orang sakit, serta menjaga kebersihan lingkungan dapat membantu mengurangi risiko penularan. (ant)

Kategori :