MPLS Ramah Tekankan Perkenalan, Bebas Perpeloncoan

Wamendikdasmen Atip Latipulhayat saat mengikuti rangkaian kegiatan MPLS Ramah hari pertama di SMPN 57, Jakarta Pusat. -Foto: ANTARA-

KORANPALPOS.COM - Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen), Atip Latipulhayat mengajak para murid baru untuk menyapa, berkenalan dan mengingat nama teman baru saat meninjau hari pertama kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Ramah jenjang SMP.

Ia mengatakan para murid baru yang kini memasuki kelas 7 tersebut haruslah mengenal teman seangkatan mereka, karena mereka akan menjadi teman belajar selama tiga tahun ke depan.

“Harus kenal teman minimal yang ada di depannya, karena nanti adik-adik selama 3 tahun akan bergaul dengan teman-teman ini semua ya. Jadi, siapa yang sudah mengenal teman yang ada di depannya?,” ujar Atip saat berinteraksi dengan para murid baru yang mengikuti rangkaian kegiatan MPLS Ramah hari pertama di SMPN 57, Jakarta Pusat, Senin (13/07/2026).

BACA JUGA:Jadi Pusat Ekonomi Desa, KDKMP Dijadikan Penyalur Utama Subsidi Pemerintah

BACA JUGA:Perkuat Ekosistem Halal Melalui D-8 Halal Expo Indonesia (HEI) 2026

Ia mengatakan para murid baru akan mendapatkan guru, kakak kelas, dan lingkungan belajar yang baru, sehingga penting untuk membangun kebiasaan baru yang lebih baik dari yang sebelumnya diterapkan selama masa pendidikan di jenjang SD.

“Jadi penekanannya adalah sosialisasi memperkenalkan siswa-siswi untuk lingkungan sekolah yang baru, dan bagaimana mereka berteman, memiliki teman yang baru,” ujar Atip.

Untuk itu, pihaknya juga menekankan terkait pentingnya penguatan implementasi 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat (KAIH) di lingkungan satuan pendidikan SMP.

BACA JUGA:Amora Lemos Kembali Bermusik Lewat Soundtrack Moana

BACA JUGA:Doa 'Rabbana Atina' yang Sering Dibaca, Sudahkah Kita Memahami Maknanya?

Berkenaan dengan penguatan tersebut, Wamendikdasmen Atip mengajak pihak sekolah agar berkolaborasi dengan wali murid dan keluarga, mengingat 80 persen dari penerapan kebiasaan baik dapat terjadi jika dimulai dari rumah.

''Dari tujuh kebiasaan itu, 80 persen terjadi di rumah. Oleh karena itu, kolaborasi antara sekolah dan keluarga sesuatu yang niscaya. Karena 80 persen dari tujuh kebiasaan itu di rumah. Berarti para orang tua diminta menjadi bagian dari proses pembelajaran. Itu yang kami tekankan untuk MPLS yang sekarang,” katanya.

Pada kesempatan yang sama, Kepala SMPN 57 Jakarta Agustin Kantiastuti mengatakan pihaknya tahun ini menyelenggarakan rangkaian kegiatan MPLS Ramah dengan mengambil tema Berkarakter, Berprestasi dan Berkolaborasi.

BACA JUGA:Dokter Tifa Tolak Restorative Justice di Sidang Perdana

Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan