Sumsel Kejar Target Stunting 14 Persen
Cik Ujang, Wagub Sumsel. foto: antara--
KORANPALPOS.COM - Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan pada tahun ini berupaya mengejar penurunan angka kasus kekerdilan atau gangguan tumbuh kembang pada anak akibat kekurangan gizi kronis (stunting) sesuai dengan target nasional 14 persen.
"Angka stunting di provinsi ini sekitar 15 persen, angka kasus gangguan tumbuh kembang pada anak itu diupayakan bisa ditekan sesuai target nasional pada akhir 2026 sebesar 14 persen," kata Wakil Gubernur Sumsel Cik Ujang.
Menurut dia, berdasarkan data setiap tahun angka kasus stunting di provinsi dengan 17 kabupaten dan kota itu bisa diturunkan.
BACA JUGA:Alokasikan Dana Perbaikan Jalan Rp197 M
BACA JUGA:Tingkatkan Indeks Pembangunan Manusia 83,27 Persen
Untuk menekan angka stunting sesuai target nasional, pihaknya telah menyiapkan sejumlah program seperti pemberian edukasi terkait risiko dan penyebab gangguan tumbuh kembang anak itu hingga pendampingan khusus terhadap keluarga yang terdapat kasus stunting/tengkes itu.
"Melalui program pendampingan itu diharapkan ibu hamil dan keluarga yang terdapat kasus kekerdilan pada anak, bisa mengetahui penyebab dan risiko stunting, serta upaya pencegahannya," ujarnya.
Dia menjelaskan, penyebab utama stunting di Sumsel seperti kurangnya kepedulian terhadap gizi bagi ibu hamil dan anak yang baru lahir untuk diberikan asi eksklusif selama enam bulan, serta menjaga gizi bayi hingga usia dua tahun.
BACA JUGA:Truk Tangki BBM Terguling, Timbulkan Akibatkan Kemacetan
BACA JUGA:Sumsel Alami Inflasi 0,36 Persen
Jika program pendampingan ini berhasil maka ibu hamil akan melahirkan bayi yang sehat dengan memberikan asupan ASI hingga usia dua tahun, pola asuh, dan gizi yang baik.
Dengan melaksanakan program sesuai dengan pendampingan itu, diharapkan dalam beberapa tahun ke depan masalah stunting di Sumsel bisa ditekan hingga angka terendah, harap Wagub Sumsel. (ant)