Sumsel Alami Inflasi 0,36 Persen
Moh Wahyu Yulianto, Kepala BPS Sumsel. foto: Antara--
KORANPALPOS.COM - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat Provinsi Sumatera Selatan mengalami inflasi sebesar 0,36 persen secara bulanan (month to month/mtm) pada Juni 2026 dibandingkan Mei 2026.
Kepala BPS Sumsel Moh Wahyu Yulianto, mengatakan nilai itu lebih rendah dibandingkan tingkat inflasi periode Mei Tahun 2026 sebesar 0,61 persen.
“Komoditas utama penyumbang inflasi selama Juni 2026 meliputi bensin, bawang putih, tomat, bawang merah dan beras,” katanya.
Ia menjelaskan inflasi Juni 2026 terutama didorong oleh kenaikan harga pada kelompok transportasi yang mengalami inflasi sebesar 1,92 persen dengan andil 0,24 persen terhadap inflasi umum.
BACA JUGA:Masyarakat Diminta Laporkan Dugaan Penyelewengan SPMB SMA
BACA JUGA:Perkuat Sinergi Cegah Ancaman Spesies Asing Invasif
Kemudian, kelompok makanan, minuman dan tembakau turut menyumbang inflasi sebesar 0,36 persen dengan andil 0,12 persen, Kelompok penyediaan makanan dan minuman atau restoran juga mengalami inflasi sebesar 0,31 persen dengan andil 0,03 persen.
Lalu, kelompok pakaian dan alas kaki mencatat inflasi 0,10 persen dengan andil 0,02 persen. Kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga mengalami inflasi 0,11 persen dengan andil 0,01 persen, sedangkan kelompok perlengkapan, peralatan, dan pemeliharaan rutin rumah tangga mengalami inflasi 0,24 persen dengan andil 0,01 persen.
Sedangkan, kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya mengalami deflasi sebesar 0,85 persen dengan andil negatif 0,07 persen sehingga menjadi faktor yang menahan laju inflasi pada Juni 2026z
“Andil inflasi tertinggi itu didorong oleh Kelompok transportasi,” jelasnya.
BPS juga mencatat inflasi tahunan (year on year/yoy) Provinsi Sumatera Selatan pada Juni 2026 sebesar 2,89 persen dibandingkan Juni 2025.
BACA JUGA:Polri Semakin Responsif dan Dipercaya Masyarakat
BACA JUGA:Relokasi 27 Kios Stadion Kamboja Palembang Ditunda Sementara
Inflasi tahunan tersebut terutama dipengaruhi oleh kenaikan harga pada kelompok makanan, minuman, dan tembakau yang mengalami inflasi sebesar 3,63 persen dengan andil terbesar mencapai 1,13 persen terhadap inflasi umum.