Berharap BBM Solar Tidak Langkah
Harapkan BBM jenis solar tidak ada kenaikan. -Foto : Fahrozi-
MUARA ENIM, KORANPALPOS.COM - Kebijakan mandatori B50 kini telah resmi diterapkan oleh pemerintah. Aturan ini mengharuskan seluruh bahan bakar solar di pasaran memiliki kandungan biodiesel berbasis minyak kelapa sawit sebesar 50 persen.
Lantas, bagaimana tanggapan para pengemudi (sopir) dan pengguna kemdaraan diesel serta para petani terkait kebijakan baru ini?
Budi (50) sopir truk galian C, mengaku dirinya mendukung asalkan kedepannya BBM jenis Solar mudah didapat alias tidak mengalami kelangkaan dan tidak perlu lagi antrian panjang. "Kalau BBM lancar dan tidak antrian berjam-jam demi 30 linter Solar, kita para sopir mendukung," ujarnya.
BACA JUGA:Lonjakan Harga Mulsa Tekan Produktivitas Petani Bawang di Semendo
BACA JUGA:Sanksi Sosial Mulai Diterapkan, Kejari Lubuklinggau Uji Efektivitas Hukuman Kerja Sosial
Jika kebijakan tersebut tetap terjadi kelangkaan BBM jenis Solar dan terjadi antrian panjang artinya kebijakan mandatori B50 kini telah resmi diterapkan oleh pemerintah tersebut hanya sebatas aturan yang tidak dapat dinikmati oleh masyarkat.
Senada dikatakan Ardani (52), dirinya mendukung kebijakan mandatori B50. Namun dirinya merasa khawatir berdampak efek ke mesin mobil Toyota Innova miliknya. Banyak sopir khawatir campuran biodiesel yang semakin tinggi (50%) dapat membuat filter solar lebih cepat kotor, menyumbat sistem injeksi, atau menurunkan performa mesin, terutama pada truk atau bus generasi lama.
"Ada kecemasan mengenai potensi membengkaknya biaya perawatan rutin kendaraan karena harus lebih sering mengganti suku cadang tertentu. Kita berharap kebijakan pemerintah harus benar-benar pro rakyat sehingga azaz manfaatnya dapat dirasakan seperti tidak ada antrian panjang kendaraan dan BBM mudah didapat,"katanya.
BACA JUGA:Bupati OKI Apresiasi Dedikasi Polri Jaga Keamanan dan Kawal Pembangunan
Terpisah, Makmur (56), salah satu petani kelapa sawit Gunung Megang, menyambut baik karena kebijakan ini berpotensi meningkatkan serapan pasar domestik terhadap minyak sawit mentah (CPO), yang diharapkan bisa mendongkrak harga Tandan Buah Segar (TBS) di tingkat petani.
Di sisi lain, petani juga berharap pemerintah memastikan rantai pasok yang adil. "Sehingga keuntungan dari program B50 ini benar-benar mengalir sampai ke petani swadaya, bukan hanya ke perusahaan besar," tungkasnya.