Evaluasi Ketat Pasca Tragedi Latsarmil

Sejumlah peserta program Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) meneriakkan yel-yel saat mengikuti Pelatihan Dasar Kemiliteran (Latsarmil) calon manajer Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) di Brigif 1 Marinir Cilandak, Jakarta, Kamis (25/6/2026).-Foto: Antara-

JAKARTA – Kementerian Pertahanan (Kemhan) melakukan evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan program latihan dasar kemiliteran (latsarmil) bagi calon manajer Koperasi Merah Putih.

Langkah ini diambil menyusul meninggalnya lima peserta selama mengikuti pendidikan di sejumlah pusat pelatihan militer di berbagai daerah.

Evaluasi tersebut merupakan arahan langsung Menteri Pertahanan, Sjafrie Sjamsoeddin, yang meminta seluruh aspek penyelenggaraan pelatihan ditinjau kembali demi menjamin keselamatan peserta tanpa mengurangi tujuan utama pembentukan karakter, disiplin, dan kepemimpinan.

BACA JUGA:MBG Serap Jutaan Tenaga Kerja

BACA JUGA:Pangkas BUMN Demi Efisiensi dan Transparansi

Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Kementerian Pertahanan, Mayjen TNI Ketut Gede Wetan Pastia, menjelaskan bahwa evaluasi difokuskan pada berbagai aspek penting, terutama pemeriksaan kesehatan peserta sebelum dan selama mengikuti pendidikan.

Menurutnya, setiap peserta harus menjalani pemeriksaan kesehatan secara komprehensif untuk memastikan kondisi fisik mereka benar-benar siap menghadapi rangkaian latihan.

Hasil pemeriksaan tersebut nantinya menjadi dasar bagi satuan TNI penyelenggara dalam menentukan tingkat intensitas latihan yang sesuai dengan kemampuan masing-masing peserta.

BACA JUGA:Adkasi Dorong Revisi UU Demi Perkuat Otonomi Daerah

BACA JUGA:Adkasi Dorong Revisi UU Demi Perkuat Otonomi Daerah

"Evaluasi menyeluruh dilakukan atas arahan Menteri Pertahanan, terutama terkait aspek kesehatan peserta agar pelaksanaan pelatihan dapat berlangsung lebih aman," ujar Ketut dalam konferensi pers di Kantor Kemhan, Jakarta, Sabtu.

Selain penyesuaian beban latihan, Kemhan juga memperkuat sistem pelayanan kesehatan di lokasi pendidikan.

Seluruh penyelenggara diminta memastikan fasilitas medis selalu siap siaga sehingga peserta yang mengalami gangguan kesehatan dapat memperoleh penanganan secara cepat, tepat, dan maksimal.

BACA JUGA:Daerah Didorong Bangun Keunggulan Khas

Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan