Kritik Pemerintah Harus Berintegritas Tinggi
Menteri Koordinator Bidang Hukum, HAM, Imigrasi, dan Pemasyarakatan Yusril Ihza Mahendra.-Foto: Antara-
BACA JUGA:MBG Menembus Kawasan Asmat
Meski demikian, ia tetap memberikan apresiasi terhadap sikap mahasiswa yang secara terbuka mengakui kesalahan dan menyampaikan permohonan maaf kepada publik.
Langkah tersebut dinilai menunjukkan adanya tanggung jawab moral atas tindakan yang telah dilakukan.
“Sebagai mantan aktivis mahasiswa, saya tentu merasa prihatin. Tetapi saya juga menghargai keberanian mereka untuk mengakui kesalahan dan meminta maaf kepada masyarakat. Itu menjadi pelajaran penting agar kejadian serupa tidak terulang di masa mendatang,” katanya.
BACA JUGA:PLN Lapor Prabowo Soal Listrik Jawa
BACA JUGA:Kemendagri Perkuat Validasi Hasil IPKD Nasional
Yusril menekankan bahwa integritas merupakan modal utama bagi mahasiswa yang suatu saat akan memasuki dunia profesional maupun menduduki jabatan publik.
Menurut dia, karakter yang dibangun sejak masa kuliah akan sangat menentukan kualitas kepemimpinan seseorang di masa depan.
Ia mengingatkan bahwa banyak tokoh bangsa, pejabat negara, hingga pemimpin pemerintahan berasal dari lingkungan organisasi kemahasiswaan. Karena itu, nilai-nilai kejujuran, keberanian, dan konsistensi terhadap prinsip harus terus dipelihara sejak dini.
BACA JUGA:Kawal Kader Dukung Pemerintah
BACA JUGA:Golkar Dorong Konsistensi Elite Politik
“Perjuangan mahasiswa harus tetap murni. Jangan mudah terpengaruh oleh kepentingan-kepentingan tertentu yang dapat mengaburkan tujuan utama perjuangan,” ujarnya.
Lebih lanjut, Yusril menilai bahwa mahasiswa yang saat ini aktif mengawal jalannya pemerintahan dan menyampaikan kritik berpotensi menjadi generasi penerus yang akan memimpin Indonesia pada masa mendatang.
Oleh sebab itu, ia berharap para mahasiswa tetap teguh memegang prinsip serta menjaga kepercayaan publik terhadap gerakan mahasiswa.
BACA JUGA:Prabowo Tutup Munas NU Bangkalan