Kritik Pemerintah Harus Berintegritas Tinggi
Menteri Koordinator Bidang Hukum, HAM, Imigrasi, dan Pemasyarakatan Yusril Ihza Mahendra.-Foto: Antara-
JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Hukum, HAM, Imigrasi, dan Pemasyarakatan, Yusril Ihza Mahendra, mengingatkan kalangan mahasiswa agar tetap menjunjung tinggi integritas ketika menyampaikan kritik terhadap pemerintah.
Menurutnya, kebebasan berpendapat merupakan salah satu pilar penting dalam sistem demokrasi, namun harus dijalankan dengan tanggung jawab dan niat yang tulus untuk kepentingan bangsa.
Dalam keterangannya kepada awak media di Kantor Ombudsman Republik Indonesia, Jakarta Selatan, Selasa, Yusril menegaskan bahwa pemerintah tidak pernah menutup ruang bagi mahasiswa untuk menyampaikan aspirasi maupun kritik.
BACA JUGA:Produksi Beras Jagung Pecahkan Rekor
BACA JUGA:Prabowo Gandeng Imperial College Bangun 10 Kampus Medis
Sebaliknya, kritik yang konstruktif dinilai dapat menjadi masukan berharga bagi perbaikan kebijakan publik.
“Kebebasan menyampaikan pendapat harus terus dijaga. Namun kritik yang disampaikan hendaknya dilandasi integritas dan kejujuran sehingga benar-benar bertujuan untuk membangun kehidupan berbangsa dan bernegara,” ujar Yusril.
Pernyataan tersebut disampaikan menyusul polemik yang muncul setelah adanya pengakuan dari salah satu mahasiswa yang terlibat dalam aksi demonstrasi dan sempat bertemu dengan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.
BACA JUGA:Prabowo Tutup Munas NU Bangkalan
BACA JUGA:Evaluasi Tata Kelola Program MBG
Kasus tersebut menjadi sorotan publik karena menimbulkan pertanyaan mengenai independensi gerakan mahasiswa dalam menyampaikan aspirasi.
Sebagai sosok yang pernah aktif dalam dunia pergerakan mahasiswa, Yusril mengaku prihatin atas peristiwa tersebut.
Menurutnya, mahasiswa memiliki posisi strategis sebagai kelompok intelektual yang diharapkan mampu menjaga idealisme dan keberpihakan terhadap kepentingan masyarakat luas.
BACA JUGA:RI-Jepang Perkuat Diplomasi Museum KAA