MBG Menembus Kawasan Asmat
Capt:Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka (tengah) berfoto dengan warga suku Asmat saat meninjau Museum Kebudayaan dan Kemajuan Asmat di Kabupaten Asmat, Papua Selatan, Minggu (21/6/2026).-Foto: Antara-
TIMIKA – Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming Raka menegaskan komitmen pemerintah untuk memperluas pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T), termasuk di Kabupaten Asmat, Papua Selatan.
Upaya tersebut dinilai penting untuk memastikan seluruh masyarakat, terutama anak-anak dan kelompok rentan, mendapatkan akses terhadap makanan bergizi yang layak.
Saat melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Asmat, Minggu, Gibran meninjau sejumlah program pemberdayaan masyarakat, termasuk kegiatan Sekolah Lapang Sagu yang menjadi salah satu upaya penguatan ketahanan pangan lokal.
BACA JUGA:PLN Lapor Prabowo Soal Listrik Jawa
BACA JUGA:Kemendagri Perkuat Validasi Hasil IPKD Nasional
Dalam kesempatan itu, ia menegaskan bahwa program-program prioritas Presiden RI harus mampu menjangkau masyarakat hingga ke pelosok negeri.
Menurut Gibran, pelaksanaan MBG di wilayah dengan kondisi geografis yang menantang seperti Asmat membutuhkan pendekatan yang berbeda dibandingkan daerah perkotaan.
Karena itu, pemerintah membuka peluang kerja sama dengan berbagai elemen masyarakat, termasuk gereja-gereja setempat dan kantin sekolah, guna memperluas distribusi serta memperkuat pelaksanaan program.
BACA JUGA:Kawal Kader Dukung Pemerintah
BACA JUGA:Yordania Vs Aljazair: Duel Penentuan Nasib di Grup J Piala Dunia 2026
“Kami ingin memastikan program prioritas pemerintah dapat dirasakan secara merata. Untuk wilayah seperti Asmat, kolaborasi dengan berbagai pihak menjadi kunci agar manfaat program bisa menjangkau lebih banyak masyarakat,” ujarnya kepada wartawan.
Ia menjelaskan, keterlibatan lembaga keagamaan dan institusi pendidikan dinilai strategis karena memiliki kedekatan langsung dengan masyarakat.
Dengan dukungan jaringan yang telah terbentuk di tingkat kampung dan distrik, proses penyaluran makanan bergizi diharapkan dapat berjalan lebih efektif dan berkelanjutan.
BACA JUGA:Panselnas Resmi Cabut Penalti Rp100 Juta dalam Seleksi KDKMP dan KNMP