Solidaritas Kunci Hadapi Krisis Global
Mantan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Komisaris Jenderal Polisi (Purn.) Boy Rafli Amar.-Foto: Antara-
JAKARTA - Mantan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Boy Rafli Amar mengajak masyarakat memperkuat solidaritas sosial dan semangat kebersamaan dalam menghadapi situasi global yang dinilai semakin penuh tantangan.
Menurut dia, ketahanan bangsa tidak hanya bergantung pada kebijakan pemerintah, tetapi juga pada kemampuan masyarakat menjaga persatuan dan empati sosial di tengah tekanan ekonomi maupun derasnya arus informasi.
Pesan tersebut disampaikan Boy saat menghadiri kegiatan “Silaturahmi Tanpa Batas” yang digelar Ikatan Alumni SMA 37 Jakarta (Ikasman 37) di Jakarta, Minggu.
BACA JUGA:Waspadai Dampak Geopolitik Ekonomi Daerah
BACA JUGA:Prabowo Tegaskan Pengadaan Alutsista Jadi Tonggak Penguatan Pertahanan Nasional Indonesia
Kegiatan itu menjadi ajang temu lintas generasi sekaligus ruang diskusi mengenai kondisi sosial dan kebangsaan saat ini.
Dalam sambutannya, Boy menilai situasi global yang tidak menentu turut memberikan dampak terhadap kehidupan masyarakat di dalam negeri.
Karena itu, ia menekankan pentingnya menjaga nilai kekeluargaan agar masyarakat tidak mudah terpecah oleh berbagai persoalan yang muncul.
BACA JUGA:Pemkab Penajam Paser Utara Alokasikan Rp1,8 Miliar untuk Program Beasiswa 2026
Menurutnya, bangsa Indonesia memiliki modal sosial yang besar berupa budaya gotong royong dan rasa saling peduli.
Namun kekuatan tersebut bisa melemah apabila masyarakat mulai kehilangan rasa empati dan lebih mengedepankan kepentingan pribadi.
Ia mengingatkan bahwa tekanan ekonomi maupun banjir informasi di media sosial dapat memengaruhi kondisi psikologis masyarakat.
BACA JUGA:Politikus Gerindra Minta Maaf Usai Viral Merokok Saat Rapat