UNSRI dan Kemenkes Resmi Aktifkan Kembali PPDS Ilmu Kesehatan Mata di RSMH Palembang
Penandatanganaberita acara MoU antara Unsri dan RSMH Palembang.-Foto : Isro Antoni-
KORANPALPOS.COM - Universitas Sriwijaya (UNSRI) bersama Kementerian Kesehatan Republik Indonesia resmi mengaktifkan kembali Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) Ilmu Kesehatan Mata Fakultas Kedokteran UNSRI di RSUP Dr. Mohammad Hoesin Palembang.
Kegiatan tersebut dilaksanakan pada Senin (6/4/2026) dan menjadi langkah strategis dalam meningkatkan kualitas pendidikan dokter spesialis di Sumatera Selatan.
Peresmian ini ditandai dengan penandatanganan berita acara oleh Dekan Fakultas Kedokteran UNSRI, Irsan Saleh, bersama Direktur Utama RSMH, Siti Khalimah.
BACA JUGA:Entry Meeting Audit BPK, Bupati Toha Minta Seluruh OPD Kooperatif dan Siaga Dukung Pemeriksaan
Penandatanganan tersebut turut disaksikan oleh perwakilan Direktorat Jenderal Kesehatan Lanjutan serta Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi.
Dalam kesempatan yang sama, dilakukan pula penyerahan surat dari Direktorat Jenderal Kesehatan Lanjutan Kementerian Kesehatan RI oleh Azhar Jaya kepada pihak UNSRI.
Surat tersebut diterima oleh Wakil Rektor Bidang Akademik, Kemahasiswaan, dan Penjaminan Mutu UNSRI, Rujito Agus Suwignyo, serta Direktur Utama RSMH Palembang.
BACA JUGA:Bupati OKU Resmi Buka MTQ XXXII, 268 Kafilah Siap Berlaga
BACA JUGA: Harmoni Eksekutif dan Legislatif, DPRD dan Pemkab OKU Kompak Bahas LKPJ 2025
Wakil Rektor UNSRI, Rujito Agus Suwignyo, menyampaikan bahwa diaktifkannya kembali program PPDS Ilmu Kesehatan Mata ini merupakan bentuk komitmen UNSRI dalam mendukung peningkatan layanan kesehatan, khususnya di bidang oftalmologi.
Ia menegaskan bahwa keberadaan program ini sangat penting dalam mencetak dokter spesialis mata yang kompeten dan profesional.
Selain itu, program ini juga diharapkan mampu menjawab kebutuhan tenaga dokter spesialis mata yang masih terbatas, khususnya di wilayah Sumatera Selatan dan sekitarnya.
BACA JUGA:Dinkes OKU Tangani Sembilan Kasus DBD hingga Maret 2026