Dinkes OKU Tangani Sembilan Kasus DBD hingga Maret 2026

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan OKU, Andi Prapto.-foto:dokumen palpos-

BATURAJA,KORANPALPOS.COM - Dinas Kesehatan Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) menangani sebanyak sembilan kasus penyakit demam berdarah dengue (DBD) selama periode Januari-Maret 2026.

"Selama tiga bulan terakhir tercatat kemunculan sembilan kasus DBD yang kami tangani," kata Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan OKU, Andi Prapto, Selasa (6/4).

Dia mengatakan, kemunculan kasus DBD di wilayah setempat dampak dari musim hujan karena banyak terdapat genangan air tempat nyamuk berkembang biak.

BACA JUGA:Pohon Tumbang Tutup Akses Jalan di Tiga Kecamatan OKU Timur

BACA JUGA:Deru Tekankan Legalitas dan Disiplin Waktu Proyek Tanjung Carat

Penderita DBD tersebut menyerang semua kalangan mulai dari pasien anak-anak hingga dewasa.

Meskipun tidak korban jiwa, namun pasien sempat menjalani perawatan intensif di rumah sakit setempat akibat penyakit demam berdarah.

Untuk menekan angka penyebarannya, pihaknya terus menggencarkan sosialisasi tentang pentingnya menerapkan pola 3M yaitu mengubur, menutup dan menguras bak penampungan air agar terhindar dari penyakit DBD.

BACA JUGA:Perketat Pencegahan Narkoba, BNNK OKI Tes Urine Massal di Lapas Kayuagung

BACA JUGA:Kisah Pilu PMI Asal Prabumulih: Tergiur Gaji Besar, Dipaksa Lakukan Love Scamming hingga Disiksa

"Pola 3M ini masih menjadi cara yang sangat efektif untuk diterapkan dalam kehidupan sehari-hari agar terhindar dari DBD," tegasnya.

Dinas Kesehatan OKU juga menyediakan bubuk Abate di seluruh Puskesmas di daerah itu untuk mencegah penyebaran penyakit demam berdarah dengue.

Selain pola 3M, kata dia, penggunaan abate juga dinilai efektif dalam memberantas larva nyamuk demam berdarah karena mengandung temefos atau pestisida yang dapat mengendalikan populasi nyamuk dan serangga, dengan mempersingkat siklus perkembangan larva. 

BACA JUGA:Harga Bahan Pangan di Pasar Inpres Muara Enim Fluktuatif, Bawang dan Cabai Naik

Tag
Share
Berita Terkini
Berita Terpopuler
Berita Pilihan