Sidang BoP Diharap Bela Palestina
Wakil Ketua Komisi I DPR RI Sukamta-Foto: Antara-
BACA JUGA:Koalisi Permanen dengan Rakyat
Sukamta menambahkan, agenda rekonstruksi tidak boleh dilepaskan dari prinsip penghormatan terhadap hak-hak rakyat Palestina dan kedaulatan wilayahnya.
Perdamaian yang kokoh, katanya, hanya dapat terwujud apabila dibangun di atas keadilan dan pengakuan hak menentukan nasib sendiri, bukan sekadar penghentian konflik bersifat sementara.
Kehadiran Presiden Prabowo di forum tersebut, menurut dia, perlu dimaknai sebagai bagian dari diplomasi aktif Indonesia dalam mendorong terciptanya tatanan dunia yang lebih damai dan berkeadilan.
BACA JUGA:DPR Minta Pengawasan Ketat MBG
BACA JUGA:DPR RI Dukung Prabowo Tata Ulang Sistem Politik dan Pemilu Berbiaya Tinggi
Hal itu selaras dengan amanat konstitusi yang menegaskan komitmen Indonesia untuk ikut melaksanakan ketertiban dunia berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi, dan keadilan sosial.
Ia menegaskan setiap langkah diplomasi yang ditempuh pemerintah harus tetap berpijak pada kepentingan nasional, sekaligus menjaga konsistensi dukungan historis Indonesia terhadap perjuangan rakyat Palestina.
Dalam pandangannya, stabilitas global yang bertumpu pada supremasi hukum internasional tidak hanya berdampak pada kawasan Timur Tengah, tetapi juga berpengaruh langsung terhadap keamanan dan kepentingan strategis Indonesia.
BACA JUGA:IKN Jadi Titik Awal Birokrasi Digital-Native Indonesia
BACA JUGA:Indonesia Stabil di Tengah Gejolak Global
Partisipasi Indonesia dalam Board of Peace diharapkan tidak berhenti pada pernyataan politik semata, melainkan diikuti dengan inisiatif konkret yang mendorong penghentian kekerasan, perlindungan warga sipil, serta pembukaan akses kemanusiaan seluas-luasnya.
Dengan demikian, Indonesia dapat terus memainkan peran sebagai jembatan dialog dan kekuatan moral dalam upaya perdamaian dunia. (ant)