Swasembada Beras Bukti Janji Prabowo
98 Resolution Network salurkan 1.000 paket sembako kepada warga Jakarta yang membutuhkan di Jakarta, Sabtu (20/9/2025).-Foto: Antara-
BACA JUGA:Bawaslu dan UMI Teken MoU Perkuat Pendidikan Politik dan Demokrasi Mahasiswa
“Terobosan kebijakan ini berjalan cukup optimal, mulai dari perencanaan, koordinasi lintas sektor, pelaksanaan program, hingga evaluasi menyeluruh terhadap hasil yang dicapai,” katanya.
Dampak kebijakan tersebut, menurut Eli, sudah terlihat secara nyata. Harga pupuk berhasil ditekan hingga sekitar 20 persen, sementara ketersediaannya meningkat signifikan seiring pembangunan tujuh pabrik pupuk baru.
Volume pupuk bahkan melonjak hingga 700 persen, sehingga kebutuhan petani dapat terpenuhi lebih baik.
BACA JUGA:Indonesia Pimpin Dewan HAM PBB
BACA JUGA:Indonesia Jalin Kerja Sama Pertahanan Bosnia
Dari sisi pengawasan, pemerintah juga dinilai tegas dengan mencabut sekitar 2.300 izin usaha sektor pertanian yang melanggar aturan dan melakukan praktik permainan harga.
Selain itu, penegakan hukum dilakukan dengan menetapkan 192 orang sebagai tersangka dalam berbagai kasus pangan.
Tak hanya itu, luas lahan pertanian pada periode Oktober hingga Desember 2025 tercatat meningkat sekitar 500 ribu hektare dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
BACA JUGA:Inpres Diskresi Diminta Percepat Pemulihan Aceh
BACA JUGA:Prabowo Resmikan 166 Sekolah Rakyat Nasional
Produksi pangan nasional pun menunjukkan tren positif, ditandai dengan kenaikan ekspor pertanian sebesar 33 persen pada 2025, stok pangan nasional mencapai 3,2 juta ton, serta nilai tukar petani menembus angka 125,35, tertinggi sepanjang sejarah.
Ke depan, pemerintah menargetkan serapan gabah dan beras nasional pada 2026 mencapai 4 juta ton, didukung anggaran hingga Rp39 triliun.
Selain itu, penetapan harga gabah Rp6.500 per kilogram dinilai menjadi insentif penting bagi petani untuk meningkatkan produksi secara berkelanjutan.
BACA JUGA:Kader Muda PDIP Nilai Wacana Pilkada DPRD Seperti Poco-Poco